Warga Geger Mayat Ngapung

Warga Geger Mayat Ngapung

  Rabu, 10 Agustus 2016 09:49
PENEMUAN MAYAT: Pihak kepolisian dan tim medis Puskesmas Teluk Batang mengevakuasi penemuan mayat oleh nelayan, Senin (8/8). Sampai saat ini identitas dari mayat tersebut masih belum terungkap. POLSEK TELUK BATANG FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

TELUK BATANG – Mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi mengenaskan, ditemukan nelayan dalam kondisi mengapung di perairan Muara Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang, Senin (8/8) kemarin. Penemuan tersebut sontak membuat masyarat setempat geger dan berbondong-bondong ingin menyaksikan.

 
Salah satu saksi mata, Sapriadi, menceritakan jika mayat ditemukan tersebut dalam posisi tertelungkup, di mana dengan posisi kaki sebelah kiri dalam posisi melipat, sementara kaki kanan berposisi lurus. “Saat itu, mayat dalam posisi tidak memakai busana. Awal mula diketemukan nelayan, tapi dia takut lalu menyampaikan ke saya,” tutur Sapriadi.

Mayat tersebut, menurut dia, ditemukan salah satu nelayan saat pulang menangkap ikan. Namun, sambung dia, dalam perjalanan pulang, nelayan tersebut melihat mayat mengapung tanpa mengenakan busana. “Ternyata, setelah saya lihat, itu benar mayat. Nelayan tersebut tidak berani mengangkat ke kapal karena takut,” katanya.

Ia menceritakan, setelah memastika jika apa yang disampaikan nelayan kepada dirinya ternyata memang benar mayat, dia pun segera menghubungi Satpolair dan pihak kepolisian setempat. “Mayat itu tidak tahu siapa? Karena tidak ada identitasnya,” ucapnya.

Terkait hal ini kepala Kepolisan Sektor (Kapolsek) Teluk Batang, Iptu Aris Pramudji Widodo, membenarkan informasi mengenai penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut. Awalnya, dia menambahkan, pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat mengenai temuan mayat mengapung di laut, antara laut Desa Sungai Paduan dan Alur Bandung.

“Kronologis penemuan mayat telah lewat kapal motor yang membawa ikan dari jermal yang terletak di Laut Batu Malang, Kecamatan Pulau Maya, yang mana akan dibawa ke Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir. Setibanya kapal motor tersebut, di laut antara Desa Sungai Paduan dan Desa Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang, orang yang terdapat di motor air tersebut sekitar Pukul 13.00 WIB-an melihat mayat mengapung. Dan selanjutnya nelayan tersebut menelepon pamannya, untuk memberitahukan bahwa ada melihat mayat mengapung,” terang Kapolsek.

Kapolsek mengungkapkan jika kemudian mereka berkoordinasi bersamama Polair, untuk selanjutnya melakukan pencarian, dibantu masyarakat menuju Laut Alur Bandung, untuk melakukan pencarian. “Sekitar pukul 16.15 WIB mayat tersebut ditemukan, kemudian dibawa ke Pelabuhan Teluk Batang, untuk dibawa ke Puskesmas Teluk Batang, untuk dilakukan visum,” katanya.

Kapolsek mengungkapkan, atas penemuan mayat tersebut, sampai saat ini belum ada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Terlebih, dia menambahkan, dengan melihat kondisi mayat yang sudah tidak memugkinkan, sehingga pihak kepolisan kemudian melakukan koordinasi bersama jajaran Muspika, mengambil keputusan untuk dimakamkan.

“Kita melihat kondisi jenazah tersebut sudah tidak memungkinkan. Belum lagi dengan bau busuk yang sudah menyengat, dan juga belum ada laporan dari masyarakat terhadap penemuan mayat tersebut. Yang akhirnya kita melakukan koordiinasi bersama Muspika, masyarakat, pihak Puskesmas dan Polres Ketapang, untuk melakukan pemakaman. Yang sudah dimakamkan pada Selasa (9/8) kemarin,” jelasnya.   

Selain itu, diakui dia juga jika mayat tersebut tidak bisa disimpan terlalu lama. Untuk menyimpannya pun, menurut dia, puskesmas maupun rumah sakit di Ketapang belum memiliki kamar mayat khusus. Untuk itulah, mereka kemudian bersepakat bersama jajaran Muspika untuk memakamkan jenazah tersebut. “Kalau memang ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya, dapat segera menghubungi Polsek atau Puskemas Teluk Batang,” imbaunya. (dan)

Berita Terkait