Warga Diimbau Tak Beri Pengemis

Warga Diimbau Tak Beri Pengemis

  Kamis, 8 December 2016 10:13
DIAMANKAN : Seorang pengemis diamankan anggota Satpol PP Kota Pontianak saat tengah beroperasi, Selasa (6/12). ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak menjaring 10 pengemis yang berkeliaran di sejumlah lokasi di Pontianak dalam dua hari terakhir. Mereka diamankan ketika tengah beroperasi di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Mawar, Flamboyan, Dahlia, Teratai, dan beberapa titik lainnya.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Pontianak, Sumardi mengungkapkan, dari jumlah tersebut, hampir sebagian besar pengemis berasal dari luar wilayah Pontianak.

Mereka diketahui berasal dari Pulau Jawa, diantaranya dari Madura, Kudus, Banyuwangi, dan Pamekasan. Selebihnya dari wilayah Kalbar seperti Kabupaten Sambas, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. 

“Saat kami amankan, ada pengemis yang memiliki handphone. Sedangkan uang yang mereka dapatkan dari hasil mengemis bervariasi, paling besar Rp152 ribu, padahal mereka baru saja turun mengemis,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (7/12).

Sumardi mengatakan, pihaknya melakukan penertiban terhadap pengemis tersebut selama dua hari, yakni pada Senin (5/12) dan Selasa (6/12). Para pengemis yang terjaring itu langsung dibawa ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Pontianak untuk penanganan lebih lanjut. 

Para pengemis yang berhasil diamankan diantaranya, Saryono (57 tahun) asal Kudus, Juhairiah (25 tahun) asal Banyuwangi, Mat Toha (42 tahun) asal Pamekasan, Usnadin (80 tahun) asal Madura, Jahra (80 tahun) asal Kabupaten Sambas, Suwandi (52 tahun) asal Kabupaten Kubu Raya dan Dodi Amarta (30 tahun) asal Kabupaten Kubu Raya. Sedangkan pengemis asal Kota Pontianak yang terjaring ada tiga orang yakni Haris (17 tahun), Along (70 tahun) dan Keng Kui (50 tahun). 

Terkait penanganan, Kepala Dinsosnaker Kota Pontianak, Aswin Djafar menambahkan, para pengemis yang terjaring sementara ditampung di Pusat Layanan Anak Terpadu (PLAT), Jalan Ampera. 

Untuk pengemis yang berasal dari Pulau Jawa, secepatnya akan dipulangkan dengan kapal laut menggunakan uang hasil mereka mengemis. Sementara pengemis yang berasal dari kabupaten wilayah Kalbar, maish menunggu tindak lanjut. Karena pihaknya harus berkoordinasi lebih dulu dengan pemerintah kabupaten asal pengemis tersebut. 

“Pengemis yang berasal dari Kota Pontianak akan kami urus mulai dari administrasi kependudukannya, kalau memang kategori miskin akan kami urus supaya mendapat fasilitas-fasilitas pelayanan sosial sehingga dia tidak lagi mengemis,” terangnya. 

Diakuinya, sebagian pengemis yang diamankan memang sebelumnya sudah pernah diamankan. Bahkan, mereka sudah pernah dipulangkan ke daerah asalnya, seperti salah satunya dari Madura. Ia menduga para pengemis ini sengaja didatangkan dari luar Kalbar oleh warga yang mengkoordinirnya. 

“Jika memang ada, kami akan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkap oknum warga yang mengkomersilkan para pengemis ini,” tegasnya. 

Ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin memberikan sedekah, infaq dan sebagainya, bisa menyalurkannya ke lembaga resmi. Karena lembaga tersebut sudah jelas dibentuk untuk menerima dan menyalurkan bantuan kepada yang berhak menerimanya. “Bisa ke Bazda, Rumah Zakat, Dompet Ummat atau rumah-rumah ibadah,” tandasnya.(bar)

 

Berita Terkait