Warga Demo Kantor PLN

Warga Demo Kantor PLN

  Jumat, 4 December 2015 09:27
DEMO: Ratusan warga mendatangi kantor PLN Ketapang, Rabu (2/12) malam. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG-Kecewa terhadap kinerja Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Ketapang, ratusan warga akhirnya mendatangi Kantor PLN di Jalan Letkol M Tohir, Rabu (2/12) malam. Warga mempertanyakan penyebab pasti kenapa listrik di Ketapang carut marut sehingga pemadaman sering dilakukan. Sekitar pukul 20.00 WIB, ratusan warga yang berasal dari beberapa kecamatan di Ketapang mulai berdatangan dengan mengendarai sepeda motor dan mobil bak terbuka. Demo yang digelar karena ketidakpuasan terhadap kinerja PLN ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI.

Para pendemo pun berteriak dan meminta agar Manajer PLN Area Ketapang, Sumarsono, hadir dan menemui para pendemo. Pendemo yang terlanjur kecewa juga memaki dan meminta agar Manajer PLN mundur dari jabatannya jika tidak mampu memperbaiki kelistrikan di Ketapang. “Mundur saja (dari manajer, Red) kalau tidak mampu,” teriak pendemo.Warga kecewa terhadap kinerja PLN. Pasalnya, listrik sering mati, bahkan sehari bisa sampai empat kali. “Kami menggunakan pelita, kalau kebakaran siapa mau ganti. Anak kami juga mau ulangan tak bisa belajar karena listrik setiap hari mati,” sambut pendemo lainnya.

Agar suasana tidak semakin memanas, Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto, bersama Manajer PLN Area Ketapang, Sumarsono, menemui para pendemo. Sumarsono pun menjelaskan apa yang menjadi permasalahan sehingga listrik sering mati.“Jujur kami juga tidak mau seperti ini. Tapi apa daya suplay daya kita kurang. Kami kehilangan daya 3 mega watt pasca kontrak mesin dengan pihak swasta putus. Saat ini kami lagi berusaha memperbaiki mesin, kami juga berusaha melobi pihak swasta agar mau menyewakan lagi mesinnya,” kata Sumarsono.

Ia mengaku jika PLN Area Ketapang memiliki uang untuk melanjutkan sewa. Namun, pihak swasta menolak untuk memperpanjang kontrak. “Kami ada duit, tapi pihak swasta yang tidak mau menyewakan mesinnya. Kami juga bingung,” jelasnya.  Solusinya, lanjut Sumarsono, sambil menunggu negosiasi oleh PLN Wilayah Kalbar, satu unit mesin yang sedang diperbaiki dapat segera rampung. Setiap malam, PLN hanya memiliki daya 20 mega watt. Sedangkan kebutuhan 30 mega watt. “Sekarang jadwal pemadaman berubah. Dari 7 hari sekali menjadi 5 hari sekali dan saat ini menjadi 3 hari sekali,” ungkapnya.

Akan tetapi, penjelasan dari Manager PLN Area Ketapang tidak serta merta membuat massa tenang. Massa bahkan semakin kesal dengan penjelasan yang dianggap hanya alibi PLN. Massa menilai kinerja PLN tidak becus lantaran tidak bisa menyewa mesin ke pihak swasta dengan alasan tidak jelas. Mengingat kondisi massa yang semakin ramai dan memadati halaman kantor PLN dan dikhawatirkan adanya provokasi, akhirnya Kapolres Ketapang mengajak perwakilan massa untuk masuk kedalam kantor PLN Ketapang untuk menyampaikan keluhan.

Di dalam kantor PLN, emosi warga tetap tidak terkendali. Pasalnya, solusi yang diminta warga tak didapatkan dari pihak PLN. Pihak PLN hanya bisa berkata, pemadaman listrik di Ketapang akan berakhir jika PLTU di Sukabangun sudah beroperasi. “Solusinya nunggu PLTU di Sukabangun beroperasi,” ungkapnya. Salah satu warga, Faisal Rizal (37) warga Desa Sungai Kinjil Pesisir, Kecamatan Benua Kayong, menilai sikap manager PLN are Ketapang yang tidak berani berkomitmen bukanlah sikap pemimpin. “Kalau tidak bisa mengurus PLN jangan jadi pemimpin, tidur saja di rumah atau mundur. Kalau sampai tidak ada solusi, kami akan terus melakukan unjuk rasa,” tegasnya.Sekitar pukul 21.45 WIB pihak warga yang kesal karena tidak mendapatkan komitmen dan solusi dari manager PLN Ketapang membubarkan diri. SebagiN warga juga mendatangi PLTD yang terletak di Kelurahan Sukaharja.(afi)

Berita Terkait