Warga dan Polisi Gagalkan Aksi Penjahat

Warga dan Polisi Gagalkan Aksi Penjahat

  Rabu, 3 Agustus 2016 10:24
DILUMPUHKAN : Satu dari dua tersangka pelaku kejahatan jalanan dilumpuhkan dengan tembakan ke kaki karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Tersangka akan diberi perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Selasa (2/8). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

PONTIANAK - Pelaku kejahatan kambuhan tak pernah jera untuk mengulangi perbuatannya. Seperti yang dilakukan tiga pelaku kejahatan jalanan, Syarif Arif, Syarif Beni, dan Azhari yang ditangkap warga dan polisi pada dua tempat berbeda, Selasa (2/8).

Ketiga tersangka tersebut diketahui menjambret pengendara sepeda motor, seperti yang dilakukan Syarif Arif dan Syarif Beni yang merampas telepon genggam seorang pengendara sepeda motor yang melintas di Jalan Tritura, Pontianak Timur pukul 09.00 kemarin.

Kedua tersangka yang berboncengan telah mengincar pengendara motor yang menyimpan telepon di dashboard motor. Saat target telah didapat, keduanya beraksi, korban didekati lalu Syarif Arif yang mengambil barang berharga korban.

Korban yang mengetahui barang berharganya telah dirampas kedua pelaku tak tinggal diam, ia mengejar dan menabrakkan motornya ke motor pelaku, hingga salah satu tersangka, yakni Syarif Beni berhasil ditangkap warga sementara Syarif Arif berhasil melarikan diri.

Oleh warga, Syarif Beni diserahkan, sementara berbekal keterangan tersangka pertama polisi melakukan pengejaran terhadap tersangka yang melarikan diri ke kediamannya di Kampung Dalam Bugis. Saat tiba di kekediaman penjahat kambuhan ternyata rumah sudah dalam keadaan kosong.

Namun polisi terus melakukan pencarian hingga diperoleh keberadaan tersangka yang diketahui bersembunyi di bawah kolong rumah. “Anggota saya minta tersangka keluar dan menyerahkan diri tapi dia tak mau, bahkan berusaha melarikan diri sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan kearah kaki,” kata Suratno di rumah sakit Bhayangkara Polda Kalbar.

Suratno mengatakan kedua tersangka merupakan pejahat kambuhan yang sebelumnya telah mendekam di lembaga pemasyarakatan dengan kasus yang sama. “Kedua tersangka akan kami dalami keterangannya untuk mencari TKP kejahatan lainnya,” ucapnya.

Tersangka, Syarif Arif mengaku sudah tiga kali melakukan penjambretan. Semua perbuatan itu dilakukan di wilayah Pontianak Timur dan dilakukan bersama temannya Syarif Beni.

“Beni yang bawa motor, saya hanya menjalankan tugas ketika dia bilang eksekusi,” kata Arif.

Arif mengaku dari tiga kali melakukan kejahatan seluruh barang curian diserahkan kepada Beni untuk dijual, lalu uangnya dibagi rata. “Saya pakai uangnya untuk beli sabu,” akuinya. 

Sementara itu, pelaku kejahatan lainnya yang berhasil ditangkap warga dan polisi adalah Azhari als Ari yang ditangkap di Jalan A R Hakim, Kecamatan Pontianak Kota, pada Senin, 1 Agustus lalu.

Wakapolresta Pontianak AKBP Veris Septiansyah mengatakan tersangka saat itu menodongkan pisau kepada seorang yang sedang berada di lokasi kejadian. Karena terkejut korban teriak dan didengar oleh warga sekitar yang akhirnya berhasil ditangkap.

Namun, lanjut dia, anggota Jatanras yang datang di TKP untuk mengamankannya, tersangka malah berusaha melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan ke arah kaki. “Tersangka ini residivis yang baru bebas dari lembaga pemasyarakatan satu bulan yang lalu,” kata Veris.

Veris menuturkan, saat melancarkan aksinya tersangka kerap membawa sebilah senjata tajam untuk mengancam korban. Senjata tajam kerap digunakan untuk melukai jika korban melakukan perlawanan.

“Jadi pasal berlapis yang akan kami kenakan kepada tersangka, yakni pasal 365 ancaman sembilan tahun dan pasal pada undang undang darurat,” tegasnya.

Veris mengungkapkan berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku sudah melancarkan aksinya di enam TKP berbeda, yakni diantaranya di Jalan Dokter Wahidin, Jalan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur. Barang bukti yang diamankan Jalan AR Hakim, Pontianak Kota,  dan Jalan HM Suwignyo  Pontianak Kota. (adg)