Warga Curhat Soal Transportasi ke Zulfydar

Warga Curhat Soal Transportasi ke Zulfydar

  Selasa, 19 September 2017 09:57
KELILING: Zulfydar Zaidar bersama timnya di salah satu rumah warga yang dikunjungi. Dia rutin turun ke masyarakat untuk sekadar berbincang.

Berita Terkait

PONTIANAK –Pilwako Pontianak masih membuat orang penasaran lantaran belum ada satu pun pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang bersepakat maju bersama. Kendati demikian, nama-nama yang beredar terus bergerak. Salah satu tokoh yang selalu bersemangat adalah Zulfydar Zaidar Mochtar. Ketua DPD PAN Kota Pontianak ini rajin turun ke bawah untuk bertemu dan mendengar aspirasi masyarakat.

Baru-baru ini dia berkeliling Kecamatan Pontianak Tenggara. Menurutnya, seorang pemimpin harus dekat dengan warganya. Bila ada jarak, maka sensitivitas terhadap masalah yang dialami rakyat juga rendah. “Pendekatan dengan mendatangi warga dengan pola door to door menjadikan komunikasi warga lebih terbuka untuk memgutarakan maksudnya. Dalam pertemuan di Pontianak tenggara, harapan masyarakat pemerintahan yang akan datang diminta lebih baik lagi,” ungkap dia.

Warga bernama Fatimah berharap moda transportasi massa dapat terwujud di Pontianak. Pasalnya selama ini, dirinya kesulitan untuk bepergian lantaran kurangnya transportasi umum. “Kami yang tua-tua ini perlu juga diperhatikan oleh pemerintah, fasilitas umum dan transportasi umum yang aman di minta untuk segera dihadirkan supaya kami kami tidak susah lagi mau ke Puskesmas, ke rumah sakit atau ke pasar,” keluhnya.

Zulfydar berpendapat sebagai kota maju, ibu kota Kalbar haruslah memiliki transportasi umum yang aman, nyaman dan terintregasi di setiap kecamatan dan pusat keramaian. Tujuannya agar masyarakat mendapatkan biaya murah untuk rute manapun. Selain itu, untuk mendukung kenyaman dan keamanan diperlukan alat pemantau yang juga terintrgasi antara pemerintah kota pontianak dengan pihak keamanan di seluruh fasilitas umum dan daerah rawan.

Menurut dia pemerintahan sekarang sudah baik. “Maka ke depan harus lebih baik lagi. Jangan memilih pemimpin tidak punya pengalaman sedikitpun yang berakibat kepada warga itu sendiri. Lihat rekam jejak calon. Warga pun jangan sampai suaranya tidak dimanfaatkan dengan baik atau suaranya diperjualbelikan karena masa depan kota kita yang jadi taruhannya,” imbau dia. (ars)

Berita Terkait