Warga Binaan Butuh Bimbingan

Warga Binaan Butuh Bimbingan

  Selasa, 11 Oktober 2016 09:30
MINATUR: Kapolres, Dandim, Kepala Rutan dan seorang warga binaan menunjukan hasil karya kerajinan tangannya membuat miniatur motor gede (moge). WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kapolres dan Dandim Ke Rutan 

MEMPAWAH- Wujud perhatian terhadap warga binaan, Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik bersama Dandim 1201 MPW, Letkol Inf Win Nindar menyambangi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Mempawah, Minggu (9/10) pagi. Kedatangan kedua pejabat daerah itu disambut Kepala Rutan, Indra Pitoy dan puluhan warga binaan beserta keluarganya.

Selain untuk bertatap muka dengan warga binaan dan para keluarga yang sedang membesuk, kedatangan Kapolres dan Dandim tersebut melakukan pengecekan terhadap situasi blok-blok tahanan di Rutan Kelas IIB Mempawah. Pengecekan itu sebagai upaya untuk menciptakan ketertiban dan keamanan dilingkungan Rutan.

 “Kami ingin melihat-lihat lingkungan Rutan Mempawah. Sekaligus bersilahturahmi dengan jajaran Rutan dan para warga binaan yang ada didalamnya. Kita bertatap muka dan saling berkomunikasi,” terang Kapolres terkait kunjungannya bersama Dandim 12018 MPW.

Kapolres berpendapat, komunikasi dan bertatap muka dengan warga binaan merupakan hal yang strategis dalam upaya pembinaan. Sebab, para warga binaan membutuhkan bimbingan dan arahan agar bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

 “Mereka ini butuh perhatian dan bimbingan. Dari yang merasa berdosa dan bersalah, menjadi sadar dan lebih baik dari sebelumnya. Sehingga mereka tidak merasa dikucilkan dan dibuang dari lingkungan masyarakat,” pendapat Kapolres.

Karenanya, Kapolres menambahkan, kunjungan yang dilaksanakan dirinya bersama Dandim tersebut bertemakan ‘Sehari Bersama Mereka’. Melalui kunjungan itu diharapkan akan terjalin komunikasi yang baik hingga mampu memberikan pembinaan dan bimbingan terhadap warga binaan.

 “Melalui pembinaan yang intensif, warga binaan ini bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Contohnya, ada warga binaan yang memiliki kreatifitas dan keahlian yang bagus. Salah satunya bisa menciptakan miniatur motor gede (moge). Ini bentuk pembinaan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sehingga, lanjut Kapolres, ketika warga binaan ini telah menyelesaikan masa hukumannya, mereka telah siap secara mental untuk kembali ke masayrakat. Dan mereka memiliki tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta menanamkan dalam diri agar tidak pernah kembali lagi ke Rutan.

 “Mudah-mudahan setelah kembali ke masyarakat, warga binaan ini akan menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk lingkungan serta masyarakat. Begitu pun terhadap keluarga dan masyarakat, agar dapat melanjutkan pembinaan dan bimbingan yang telah diterimanya selama di Rutan,” tukas Kapolres.(wah)

Berita Terkait