Wanita Infertil dengan Asma

Wanita Infertil dengan Asma

  Selasa, 27 September 2016 09:30   501

Oleh: dr Danny Aguswahyudi

ASMA adalah penyakit kronis (berlangsung lama) yang ditandai oleh sesak napas disertai bunyi ngik-ngik (mengi) dan / atau batuk persisten dimana derajat keparahan setiap orang berbeda-beda. Pada saat serangan yang terjadi adalah menyempitnya jalan napas kita akibat dari pengerutan bronkus yang menyebabkan udara sulit keluar masuk paru.

Pengobatan untuk asma terdiri atas dua  jenis, 'controller' dan 'maintenance'. Jenis yang paling aman untuk maintenance umumnya adalah bronkodilator atau setroid dosis rendah dalam bentuk inhaler karena selain dapat mengendalikan asma, efek sampingnya pun minimal. Seseorang yang memiliki asma pun tetap dapat mengalami kehamilan dimana ketika kehamilan itu terjadi maka terdapat penyesuaian terhadap obat yang diminumnya. Namun memang tidak menutup mata bahwa salah satu obat asma jenis steroid (prednison, methylprednisolone) oral  memiliki banyak efek samping apabila dikonsumsi terus menerus.

Pada seorang wanita, steroid oral dapat menyebabkan gangguan kesuburan akibat dari gangguan hormon FSH yang diperlukan untuk ovulasi, gangguan siklus menstruasi, dan terjadinya maskulinisasi. Tentunya hal tersebut akan bergantung dari jumlah asupan obat yang dikonsumsi dan berapa lama dikonsumsi. Infertilitas primer adalah kondisi belum terjadinya kehamilan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2 - 3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Namun, perlu kami pertegas, bagaimana dengan Anda, apakah Anda telah melakukan hubungan seksual dengan teratur? Jika memang ada infertilitas primer, perlu dicari penyebabnya baik dari pihak suami maupun istri. Pihak istri dapat melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui anatomi alat kandungan, dan mungkin pemeriksaan hormonal (sesuai kebutuhan). Sedangkan pihak suami dapat melakukan pemeriksaan analisis sperma (kualitas dan kuantitas). Apabila ada kelainan yang ditemukan maka terapi yang diberikan sesuai dengan penyebab gangguan kesuburan tersebut. Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Wanita dengan asma yang sedang menjalani perawatan kesuburan, mungkin memakan waktu lebih lama agar hamil daripada rekan-rekan mereka yang tanpa gangguan pernapasan. Laporan ini diketahui dari sebuah penelitian di Denmark.Peneliti diikuti 245 wanita dengan infertilitas yang mencari pengobatan untuk membantu percepat kehamilan. Setengah dari mereka diketahui menderita Asma. Setelah penelitian, diketahui kehamilan bisa terjadi 2,7 tahun pada mereka yang tidak menderita dan mencapai 4,6 tahun pada penderita.Beberapa penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan asma dengan reproduksi pada wanita.

"Meskipun subfertility sering melibatkan secara klinis wanita penderita asma, hubungan sebab akibat antara asma dan infertilitas tidak pernah terpikirkan," kata pemimpin penelitian, Dr. Elisabeth Juul Gade, dari Rumah Sakit Bispebjerg University di Copenhagen.

"Kami menunjukkan, asma memiliki pengaruh negatif pada kesuburan, karena akan memperlama waktu kehamilan dan mungkin mengurangi tingkat kelahiran, terutama di atas 35 tahun," tambah Gade, seperti dilansir dari Fox News.

Penelitian tidak membuktikan asma menyebabkan kemandulan. Temuan ini meminta wanita penderita asma harus mengambil langkah-langkah tepat dalam mengelola gejala sebelum mencoba hamil, dan mempertimbangkan berkeluarga pada usia yang lebih muda.

Asma menyebabkan peradangan sistemik pada paru-paru. Hal itu memungkinkan iritasi dapat mempengaruhi organ-organ lain, dan permukaan lendir dari tubuh seperti bagian dalam rahim.

Penilitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk menentukan apakah asma mempengaruhi perkembangan ovum, atau sel telur pada tahap awal reproduksi.

*) Dokter PTT Daerah Puskesmas Lingga