Walikota Pontianak Berbagi Kiat Sukses Kendalikan Inflasi Dihadapan Kapolda se-Indonesia

Walikota Pontianak Berbagi Kiat Sukses Kendalikan Inflasi Dihadapan Kapolda se-Indonesia

  Senin, 20 November 2017 08:26

Berita Terkait

WALIKOTA Pontianak Sutarmidji didaulat menjadi narasumber dalam Enrichment Program, Sinergi Bank Indonesia (BI)-Polri dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi di Ruang Function, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (17/11).

Peserta seminar terdiri dari Kapolda se-Indonesia, Kepala Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI,  Pejabat Bareskrim Polri dan Pejabat BI. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara BI dan Polri tanggal 1 September 2014 tentang kerjasama dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas kewenangan BI dan Polri.

BI dan Bareskrim Polri telah merancang program edukasi bagi seluruh Kapolda se-Indonesia dengan topik terkait inflasi dan moneter, yakni Program Enrichment Ekonomi dan Kebanksentralan. Kegiatan ini dibuka oleh Gubernur BI dan Kapolri.

Pada kegiatan itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji merupakan satu-satunya kepala daerah se-Indonesia yang menjadi narasumber dalam panel session dengan topik, Kebijakan dalam Pengendalian Inflasi Daerah. Karena telah berhasil tiga kali membawa Kota Pontianak sebagai Penerima Penghargaan Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) Terbaik untuk Indonesia Timur. 

Sutarmidji mengatakan, TPID Kota Pontianak tergabung dalam wilayah Indonesia Timur. Ini kali ketiga Pontianak mendapat penghargaan serupa setelah absen tahun lalu lantaran telah jadi yang terbaik, dua tahun berturut-turut. "Ini adalah buah kerjasama dan inovasi yang terus dilakukan oleh Pemkot Pontianak dalam menanggulangi inflasi," sebutnya.

Ia berharap ke depan TPID Pontianak terus berkiprah di kancah nasional dan memberikan inovasi penanganan inflasi. Inflasi, katanya, tak melulu soal tinggi atau rendah, tapi bagaimana inflasi dipahami. Inflasi yang mesti dijaga adalah yang berhubungan dengan pangan karena itu langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.

"Efek langsungnya ada di daya beli masyarakat. Beda dengan inflasi akibat tiket pesawat yang tak bisa diintervensi. Sebagai inovasi atasi inflasi, semua pasar di Pontianak dipasang papan informasi harga yang sudah terintegrasi," ungkapnya.

Selain papan informasi yang ditempatkan di pasar-pasar tradisional, Pemkot Pontianak juga memiliki aplikasi Gencil untuk pemantau harga, di mana aplikasi tersebut memberikan informasi harga kebutuhan pokok terkini. Aplikasi serupa diminta presiden untuk dimiliki setiap daerah sekitar tiga bulan lalu. Pontianak sudah punya lebih dulu. "Dua hal ini belum dilakukan daerah lain. Satu sumbangan lain TPID Pontianak adalah teori kuadran," jelasnya.

Selain Sutarmidji,  seminar ini juga menghadirkan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Asisten Gubernur BI/Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Dody Budi Waluyo, Kepala Group Kebijakan Moneter Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Yoga Affandi serta Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto sebagai narasumber.*

Berita Terkait