Wali Kota Support Peserta MTQ Demi Prestasi

Wali Kota Support Peserta MTQ Demi Prestasi

  Minggu, 14 February 2016 08:56
KARNAVAL MTQ: Karnaval para peserta MTQ XXVI Kota Pontianak saat pembukaan MTQ di halaman Sekolah Terpadu Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (12/2) malam. HUMASKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Wali Kota Pontianak Sutarmidji akan memberi pembinaan berupa beasiswa bagi pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Kota Pontianak. Tidak itu saja, ia berencana akan menempatkan mereka sebagai tenaga pengajar pada unit kegiatan di Pemerintah Kota Pontianak.

MIRZA A MUIN, Pontianak 

PELAKSANAAN MTQ XXVI Kota Pontianak digelar sebagai persiapan jelang pagelaran MTQ Provinsi Kalbar tahun ini di Kabupaten Kubu Raya. Pada pelaksanaan ini, besar harapan yang dikehendaki Wali Kota agar banyak qari dan qariah, hafiz dan hafizah dari Kota Pontianak mampu menjadi wakil Kalbar untuk berkiprah di ajang nasional.

Bagi pemenang, Pemerintah Kota (Pemkot) bahkan akan memberi pembinaan terhadap para peserta yang menjadi juara. Mereka bahkan akan memberi beberapa fasilitas seperti beasiswa, hadiah, bahkan menjadi tenaga pengajar di beberapa kegiatan Pemkot. “Seperti mengajar Bahasa Arab di di lembaga kursus yang akan dibuka Pemkot,” janji Sutarmidji setelah kegiatan pembukaan MTQ XXVI di halaman Sekolah Terpadu, Kecamatan Pontianak Timur, Jumat (12/2) malam lalu.

Perhelatan ini sendiri digelar sepanjang 12 – 16 Februari. Kegiatan ini, diharapkan dia, juga sebagai evaluasi bagi umat Islam, dalam memasyarakatkan ajaran Alquran. Dia juga mengingatkan kembali bagaimana beberapa waktu lalu, Kalbar turut dimasuki paham dan ajaran menyimpang, dengan tujuan untuk menggerus nilai suci dan religius dari Alquran. “Momentum ini dapat jadi pemersatu semua pemeluk agama, untuk saling toleran pada penganut agama lain agar hidup harmonis,” ungkapnya.

Di tempat sama, ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Pontianak, Mulyadi, menjelaskan jika pelaksanaan MTQ tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Selain memberi hadiah bagi para pemenang, pihaknya akan memberi reward tambahan pada peserta yang memenuhi standar penilaian yang ditetapkan. “Bila peserta memenuhi standar nilai, mereka dapat reward. Jika kenyataan tidak mencapai standar, maka kita hanya berikan hadiah saja. Ini dibuat untuk memacu peserta dalam meningkatkan kemampuan,” ungkapnya.

Ismail, kepala Kecamatan (Camat) Pontianak Timur mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, terdapat 188 peserta dari enam kafilah atau kecamatan se-Kota Pontianak yang bakal unjung kebolehan. Dari jumlah tersebut, dibeberkan dia jika Kecamatan Pontianak Kota mengutus 34 peserta, Pontianak Barat (33 peserta), Pontianak Selatan (29 peserta), Pontianak Tenggara (29 peserta), Pontianak Utara (30 peserta), dan tuan rumah Pontianak Timur, 33 peserta.

Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menilai kegiatan ini sebagai sesuatu yang sangat positif. “MTQ merupakan kegiatan rutin tahunan. Salah satu tujuannya untuk mencetak hafiz dan hafizah. Saya berharap siapapun pemenangnya, mereka dapat mewakili Kalbar di tingkat nasional dan jadi juara. Memang sebelum melaju tingkat nasional, mereka mesti melalui satu tahapan lagi, yaitu bersaing di tingkat provinsi,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Seperti tahun lalu, Kota Pontianak mendapat juara umum, dia berharap agar pada tahun ini prestasi tersebut kembali terulang. Dia berharap, anak-anak ini bisa membentengi diri dari ajaran sesat dan pergaulan bebas yang selama ini semakin merajalela. (*)

Berita Terkait