Wali Kota Pontianak Minta Jalan Ayani Bersih dari Baliho

Wali Kota Pontianak Minta Jalan Ayani Bersih dari Baliho

  Selasa, 19 September 2017 09:54
BAKAL STERIL: Sejumlah baleho bakal calon gubernur terpasang di Pinggir Jalan Ahmad Yani I, Senin (18/9). Pemerintah Kota Pontianak bakal mensterilkan kawasan tersebut menjelang peringatan hari jadi Kota Pontianak. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Memasuki bulan peringatan Hari Jadi ke-246 Kota Pontianak pada Oktober mendatang, Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta sepanjang Jalan Ahmad Yani steril dari pernak-pernik Pilkada. Seluruh baliho atau spanduk di jalan protokol tersebut akan dibersihkan oleh pihak terkait.

Wali kota dua periode ini menilai, keberadaan baliho bakal calon kepala daerah di sepanjang jalan itu justru menimbulkan kesan semrawut. “Baliho apapun tidak boleh ada di sepanjang Jalan Ayani. Saat ini baliho itu semrawut, kami mau lihatkan Pontianak yang tertib dan bersih,” ungkapnya di hadapan awak media, Senin (18/9).

Ia mengingatkan kepada para calon kepala daerah agar tidak sembarangan memasang baliho. Karena jika tidak sesuai, justru akan menghilangkan simpati orang terhadap calon tersebut. Apalagi kata dia ada beberapa yang memasang di pohon dengan cara dipaku. 

Hal itu jelas dilarang dan wajib ditertibkan. “Makanya saya bilang, kalau pohon itu bisa ngomong dan bisa didengar mungkin dia ngomong, tak usah dipilih calon itu karena belum jadi saja sudah menyakiti dia,” ujarnya. 

Selain tidak dipasang di tempat-tempat yang merusak pemandangan dan menyebabakan semrawut, Midji juga menyarankan agar para calon memperhatikan estetika dalam pembuatan baliho. Yakni dengan desain yang bagus agar nyaman dilihat. 

"Baliho harus bisa mencerminkan sosok dari pribadi yang diangkat. Gaya dalam baliho juga harus bagus. Jangan menonjolkan merek dari barang-barang yang dipakai, seperti jam mahal yang dipakainya. Kalau jamnya ada merek di situ dan nampak, maka itu akan kami kenakan pajak," pungkasnya.

Terpisah Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana memastikan, sebagian besar baliho di Jalan Ayani sudah dicabut. Dia mengatakan setiap pagi jajarannya sudah melakukan penertiban terhadap baliho-baliho yang melanggar aturan.

"Sebagian besar itu sudah kami cabut, tapi mungkin yang masih ada mungkin, kami tidak terlihat atau bagaimana, Insya Allah nanti akan kami bersihkan," katanya saat dihubungi, Senin (18/9).

Menurutnya Jalan Ayani memang harus steril dari baliho. Dan pihaknyalah sebagai penegak Perda yang bertugas menertibkan. Sementara untuk izin pemasangan menjadi kewenangan Kesbangpol. "Tapi Satpol-PP tugasnya sebagai penegak perda, itu menertibkan baliho yang ada. Kayaknya di jalan-jalan protokol saya jamin tidak ada," tutupnya.(bar) 

Berita Terkait