Waktu Tak Bisa Menunggu

Waktu Tak Bisa Menunggu

  Selasa, 30 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

MILAN – Satu bulan. Inilah waktu yang dijanjikan oleh Frank de Boer untuk mengeluarkan segala kemampuan terbaik Inter Milan ketika berada di konferensi pers sebelum menjamu Palermo Sabtu (27/8).”Saat itu, para pemain bisa bermain sesuai dengan filosofi yang keinginanku,” ucap De Boer seperti dilansir Football Italia.

De Boer secara tidak langsung memang meminta tifosi Inter untuk bersabar. Namun, melihat hasil dinihari kemarin (29/8), sepertinya dia harus mempercepat program latihan untuk mendapatkan level permainan yang dia inginkan.Sebab, hasil imbang 1-1 kontra Palermo membuat klub berjuluk Nerazzurri tersebut berkutat di papan bawah dengan menghuni peringkat 17 klasemen sementara.

Modal yang kurang bagus ketika mereka melawat ke Stadion Adriatico, markas Pescara pada giornata ketiga (11/9). Walaupun berstatus tim promosi, Pescara sempat membuat kejutan dengan menahan seri Napoli 2-2 di partai perdana (21/8), sebelum kemudian kalah 1-2 atas Sassuolo.

De Boer tentu sadar akan hal itu. Dia mengakui sangat menantikan tiga poin perdananya. ”Namun, harus diakui hal ini sangatlah rumit. Aku harus meminta fans untuk sedikit lebih bersabar lagi,” tutur eks arsttek Ajax Amsterdam itu kepada Sky Sports. De Boer kembali menjelaskan, setidaknya peningkatan telah diperlihatkan oleh Mauro Icardi dkk. Hal itu tak lepas dari ”perubahan kecil” yang dilakukan oleh meneer Belanda tersebut.

Yang pertama adalah berkaitan dengan skema permainan yang dipilih. Jika pada laga kontra Chievo De Boer menggunakan tiga bek, maka menghadapi Palermo, dia memutuskan memakai formasi favoritnya, 4-3-3.Skema ini membuat beberapa pergeseran dimana Andrea Ranocchia harus merelakan tempatnya kepada Jeison Murillo, dan posisi Yuto Nagatomo yang terkena cedera betis digantikan oleh Davide Santon.

Berubahnya formasi Inter membuat beberapa dampak. Diantaranya, keran serangan rival sekota AC Milan itu mengalir dengan deras.Ketika melawan Verona, pemilik 18 scudetto itu hanya bisa menceploskan 13 tendangan. Statistik itu meningkat menjadi 22 kemarin.

Tidak hanya serangan yang meningkat, klub dengan julukan lain La Beneamata tersebut juga sukses mempertebal tembok pertahanan mereka.Indikasinya, WhoScored memaparkan tekel mereka yang semula hanya 19 kali melawan Verona mengalami progres menjadi 25 kali. Jumlah tekel yang meningkat itu berefek kepada tumpulnya serangan lawan.

Palermo kemarin mentok hanya bisa melakukan tujuh serangan dengan lima diantaranya diciptakan di babak kedua, meski akhirnya gawang Samir Handanovic harus bobol oleh gol Andrea Rispoli di menit 48.”Aku pikir kami telah bermain lebih baik dibanding pekan lalu,” tutur pelatih 46 tahun itu dikutip oleh Mediaset Premium. ”Tentu kami tidak 100 persen senang. Namun, setidaknya kami telah menciptakan banyak peluang,” lanjutnya.

Tentu, ada pertanyaan menggelayut dibalik satu poin yang mereka raih. Paling kelihatan adalah keputusan De Boer yang memainkan Ivan Perisic alih-alih Antonio Candreva.

Strategi itu terbukti tidak efektif karena Perisic bermain sangat lambat dalam menopang Icardi dan Eder dalam skema tridente.Malah, Candreva yang masuk di menit 68 mengisi posisi Perisic menjadi eroe (pahlawan) dengan mengirim crossing yang mampu diselesaikan Icardi dengan heading brilian di menit 72.

De Boer menyatakan Candreva sebenarnya memiliki kans untuk menjadi starter. Namun, mengingat performanya yang kurang maksimal di giornata pertama, maka dia memilih Perisic.Alasan yang terkesan dipaksakan. Sebab, saat melawan Verona, Candreva harus berperan sebagai wingback yang notabene bukan merupakan posisi idealnya. Karena Candreva tidak memiliki cukup stamina untuk membagi konsentrasi antara serangan dan bertahan.

”Yang jelas, dia (Candreva) bermain dengan baik. Anda bisa melihat bagaimana dia mampu membuat perbedaan,” puji De Boer.Candreva sendiri sangat senang bisa membuat assist perdana bagi Inter. ”Namun, kami hanya meraih seri. Aku tidak senang akan hal itu. Masih banyak hal yang perlu dikerjakan,” jelas eks pilar Lazio tersebut.

Terpisah, allenatore Palermo, Davide Ballardini menyebut hasil seri ini merupakan hasil yang adil bagi kedua tim.Meski, lanjutnya, dia beranggapan kemenangan bakal terasa manis di Giuseppe Meazza. ”Sebab, setelah kami unggul, kami memiliki peluang untuk menguncinya,” tuturnya seperti diberitakan Sky Sport Italia. (apu)

Berita Terkait