Wakili Kalbar ke PPI 2016

Wakili Kalbar ke PPI 2016

  Selasa, 29 December 2015 09:48
Cornelia Meilinda Betsyeba

CORNELIA Meilinda Betsyeba (22) akan mewakili Kalimantan Barat menuju ajang Pemilihan Putri Indonesia 2016 yang berlangsung pada 12-19 Februari mendatang.“Menjadi Putri Indonesia itu impian saya sedari kecil. Ketika SD, saya menonton Atika Sari Devi yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Sejak itu saya berpikir bahwa perempuan Indonesia itu hebat-hebat. Suatu saat saya ingin seperti mereka, ingin membanggakan daerah lewat prestasi,” papar Dara Wisata Kabupaten Sintang 2014 ini saat bertandang ke Pontianak Post bersama Hamdi Syarif, managernya. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Pemred Pontianak Post, Heriyanto.

Tentu saja ini menjadi amanah besar bagi dara kelahiran 19 Mei 1993 di Nanga Sepauk, Sintang ini. Apalagi di tahun sebelumnya, Cintya Fabyola, Putri Indonesia Kalbar 2015 berhasil masuk tiga besar di ajang yang sama.“Saya tidak ingin menjadikan beban dengan keberhasilan Putri Indonesia Kalbar di tahun sebelumnya. Setiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin, semampu saya untuk melakukan yang terbaik,” jelasnya.

Memiliki waktu satu bulan 10 hari menuju PPI  2016, Linda-sapaannya, melakukan berbagai persiapan. Mulai dari public  speaking, busana, latihan catwalk, serta menambah wawasan. Wanita yang memiliki tinggi dan berat badan 170/54  ini masih memiliki ‘PR’ untuk menurunkan berat badan sebanyak lima kg.

“Saya mulai banyak mencari informasi, menambah wawasan, dan berdiskusi dengan teman-teman,” papar alumni Prodi Ilmu Pemerintahan ini.Isu pariwisata nyatanya masih menjadi hal menarik yang akan dia angkat. Menurut Linda,  ada banyak objek wisata di Kalbar yang tak kalah menarik dari Bali.“Sayangnya kita masih terkendala dengan infrastruktur. Padahal objek wisatanya menarik. Saya juga berharap bisa menjadi mediator bagi masyarakat ke pemerintahan. Dengan begitu potensi daerah bisa semakin terkenal,” pungkas putri dari Kornelius PK dan Ida Royani itu. (mrd)