Wakil Bupati Serahkan Kelempiau ke BKSDA

Wakil Bupati Serahkan Kelempiau ke BKSDA

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SINTANG-Wakil Bupati Sintang, Askiman menyerahkan seekor kelempiau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis (13/10) di rumah jabatan wakil bupati Sintang. BKSDA menyambut baik penyerahan kelempiau yang sempat dipelihara warga tersebut.

Kelempiau yang diserahkan merupakan milik warga Gurun Panjang Kayan Hulu. Pemelihara tidak tahu kalau kelempiau satwa dilindungi. Askiman sempat ditawari untuk membeli satwa tersebut. Hanya saja Askiman tidak membeli. Kemudian muncul foto Askiman menggendong kelempiau yang ditawarkan.

Wakil bupati memastikan kelempiau sempat digendongnya. Sebelum pemelihara membawa pulang kelempiau. Askiman sendiri mengaku tidak mengenal dekat pemelihara kelempiau tersebut. Sebelum kemudian dia berinisiatif agar pemelihara kelempiau disusul ke Gurun Panjang supaya sukarela menyerahkan ke BKSDA.

Pemelihara kemudian menyerahkan ke warga Kayan Hulu, Saga.  Ia yang menyusul ke lokasi. Hanya saja tidak sampai ke Gurun Panjang, karena letaknya jauh. Mereka bertemu diperkampungan terdekat. Ia juga turut menyampaikan kalau pemelihara tidak tahu kalau kelempiau satwa dilindungi.

Karena itu, pemelihara menyerahkan secara sukarela begitu tahu kelempiau satwa dilindungi. Saga kemudian membawa kelempiau dari Kayan Hulu ke Sintang, untuk diserahkan ke Wakil Bupati Sintang, Askiman. Sebelum kemudian wakil bupati menyerahkan ke BKSDA.

“Awalnya saya yang ditawarkan kelempiau oleh warga Gurun Panjang. Cuma saya tidak mampu membeli, karena harga yang ditawarkan cukup tinggi. Maka saya sarankan supaya dibawa ke tempat wakil bupati siapa tahu beliau berminat,” kata Saga. “Setahu saya sama bapak wakil tidak dibeli, dan kelempiau kembali dibawa pulang,” tambahnya.

Kemudian Saga diminta buat mencari pemelihara kelempiau agar bisa diserahkan ke BKSDA. Ia berangkat sekira tiga hari sebelum penyerahan, dan pada Rabu malam kembali tiba di Sintang dengan membawa kelempiau yang diserahkan pemelihara, lalu dibawa ke tempat Askiman. Dan, wakil bupati menyerahkan ke BKSDA.

Rombongan BKSDA menerima kelempiau dengan langsung diserahkan Askiman. Pihak BKSDA mengapresiasi penyerahan satwa dilindungi tersebut. BKSDA memastikan kelempiau yang diterima akan dikembalikan ke habitat asli. Namun kelempiau akan terlebih dahulu menjalani rehabilitasi di Yayasan Kobus.

Polisi Kehutanan BKSDA Wilayah II Sintang, Tarigan Sinaga mengatakan pengembalian kelempiau kehabitatnya guna mencegah kepunahan. Ia turut menyampaikan memelihara satwa dilindungi bisa dikenai sanksi hukum. Karena itu, mesti dikembalikan ke habitat asal.

Sementara Askiman mengatakan, kedepan Pemkab Sintang dan BKSDA bakal berkoordinasi dalam mensosialisasikan aturan berkenaan satwa dilindungi. Supaya masyarakat bisa memahami sekaligus guna menjaga kelestariannya. Pasalnya, banyak isu mengenai perdagangan satwa dilindungi. Sebagai contoh penjualan paruh enggang yang banyak muncul kepermukaan.(stm)

 

 

Berita Terkait