Wakapolda Kalbar Berjibaku Melawan Amukan si Jago Merah

Wakapolda Kalbar Berjibaku Melawan Amukan si Jago Merah

  Sabtu, 20 Agustus 2016 21:23

Berita Terkait

WAKA Polda Kalbar Brigjen pol Drs. Joko Iriyanto didampingi Karo Ops, Dir Reskrimsus, Dir Sabhara, Kabid Humas dan Kapolresta Pontianak, bersama Manggala Agni dan BPBD Kubu Raya berjibaku memadamkan api diatas lahan ratusan hektar lebih di jalan menuju Rasau Jaya.

Lokasi lahan yang terbakar di Jalan Rasau Jaya tersebut,  sempat menghanguskan gudang yang berdiri kokoh di atas lahan seluas 10 hektar. Api agak sulit dipadamkan karena selain lahan yang terbakar adalah lahan gambut, juga sarana pemadaman yang masih sangat minim dan sulitnya mendapatkan air. Menurut informasi yang dihimpun bahwa api mulai menyala  tanggal 18 Agustus  lalu hingga kini masih saja mengeluarkan asap.
Sementara itu di Desa Rasau Jaya dua di  Patok 50 lahan yang terbakar lebih besar lagi yaitu mencapai panjang 1600 meter dan masuk kedalam satu Km ĺebih. Menurut warga yang sedang bekerja membuat kanal agar api tidak merembet kemana mana, bahwa lahan mulai terbakar tanggal 16 Agustus lalu dan sampai saat ini belum bisa dipadamkan. Panjang selang tidak mampu menjangkau sampai ketitiik api.
Upaya kepolisian bersama TNI dan Manggala Agni berupaya memadamkan, namun karena lahan yang terbakàr lahan gambut, sehingga api sulit dipadamkan. Selang yang ada tidak mampu menjangkau sampai sasaran.

Kabiď Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. SUHADI SW.M.Si mengungkapkan bahwa sulitnya memadamkan api dilokasi lahan yang terbakar di Desa Rasau Jaya Dua karena ketebalan  gambut  mencapai 4 meter, sehingga memerlukan waktu untuk memadamkannya. Hasil dari pembakaran tersebut banyaknya asap yang dikeluarkan.
Kabid Humas berterima kasih kepada pihak perusahaan didekat lokasi kebakaran yang telah peduli terhadap permasalahan yang dihadapi warga disekitar kebun. Upaya perusahaan melalui pengerahan alat berat untuk membuat kanal disekitat kebun agar api tidak merambat kemana mana. Berkat kerja keras petugas dilapangan hari ini titik hotspot hanya ada 69. Sementara itu pada tanggal yang sama  tahun lalu titik hotspot mencapai 170.  Untuk menekan titik hotspot tentunya perlu keikut sertaan semua pihak, agar tugas yang berat terasa ringan. ( PNC SW ).

Berita Terkait