Wajib Membaca 2 Jam Setiap Hari

Wajib Membaca 2 Jam Setiap Hari

  Selasa, 17 May 2016 10:29

Berita Terkait

​Membaca dan menulis menjadi kebutuhan bagi semua orang. Tapi pernah nggak terbesit dalam diri bahwa sebenarnya membaca dan menulis juga menjadi suatu kewajiban? Coba deh kalian resapi, perintah pertama yang turun dari Tuhan pun adalah untuk membaca. Sedikit banyaknya, alasan ini yang membuat Fathur Hafizhi tertarik untuk membaca dan menulis. Bahkan lewat membaca dan menulis, doi berhasil meraih berbagai penghargaan. Di Hari Buku Nasional ini, doi memiliki harapan untuk generasi muda dalam bidang membaca dan menulis.

By : Ghea Lidyaza Safitri

Dunia membaca dan menulis udah digeluti Fathur sejak kecil. Terlahir dari sang ibu yang merupakan guru bahasa serta memiliki saudara yang juga senang membaca dan menulis, membuat Fathur menjadi jatuh hati. Kiprah menulisnya dimulai sejak duduk di bangku kelas 4 SD, doi berhasil mendapatkan juara 2 Tingkat Provinsi di lomba menulis pertamanya.

Apa manfaat yang ia rasa? Membaca dan menulis adalah satu kesatuan dan menjadi senjata ampuh untuk membuat diri berbeda dari orang lain. Membaca banyak memberikan pengetahuan, sedangkan menulis menjadi sarana untuk menyalurkan apa yang ada di dalam benaknya. “Membaca dan menulis memberikan saya banyak pengalaman, seperti jalan-jalan gratis hingga menorehkan beberapa prestasi,” cuap cowok yang baru aja lulus SMA ini.

Beberapa tulisan doi bahkan pernah dibukukan di buku antologi. At least, dari membaca dan menulis doi bisa bertemu dengan teman-teman luar biasa dari seluruh Indonesia, mendapat materi dari penulis handal seperti Dewi Lestari dan Habiburahman El Shirazy serta berkesempatan untuk diundang ke gedung MPR Senayan dan menjadi Duta DPR RI Kalbar tahun 2015. Amazing!

Kerennya lagi, Agustus 2015 lalu doi bersama sang kepala sekolah, Ibu Fatmawati dan Jatu, mahasiswa IKIP PGRI, menjadi perwakilan Kalbar dalam Gerakan Indonesia Membaca Menulis (GIMM) Tingkat Nasional di Jakarta. “Disana kami bertemu dengan delegasi masing-masing provinsi yang memiliki amanah besar untuk menjadi agen, pelopor, penggerak serta penyambung lidah dari pemerintan khususnya Badan Bahasa KEMDIKBUD dalam mengembangkan dan memajukan dunia literasi Indonesia,” ujar Fathur bangga.

Uniknya sebelum pulang dari GIMM, seluruh peserta diharuskan untuk menuliskan rencana ke depan setelah mengikuti kegiatan. Fathur pun menuliskan bahwa ia akan menjadikan kegiatan membaca dan menulis sebagai hobi dan kebiasaan. “Dimulai dari diri saya pribadi. Jadi sekarang mulai membiasakan diri meluangkan waktu untuk membaca sekitar 1-2 jam setiap hari. Setelah itu saya baru menularkan ke lingkungan terdekat,” tambahnya.

Kedepannya, doi berharap semoga dunia literasi di Indonesia, khususnya di Kalbar semakin berkembang. “Membaca harus menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Percayalah, membaca itu mudah dan manfaatnya sungguh berlimpah. Melalui Hari Buku Nasional ini mari kita galakkan semangat membaca dan membawa Indonesia keluar dari kegelapan. Generasi Literasi, Generasi Berprestasi!,” tutupnya.**

Berita Terkait