Wagub: Bawa Dampak Positif

Wagub: Bawa Dampak Positif

  Kamis, 14 April 2016 10:31
Ada foto. TEKS: Wakil Gubernur Kalimantan Barat bersama Wakil Walikota Singkawang menandatangani prasasti peresmian Kelenteng Fab Zhu Kung (Sam Chin Miau) Kota Singkawang, Selasa (12/4)

Berita Terkait

SINGKAWANG—Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya berharap kehadiran Kelenteng Fab Zhu Kung di tengah masyarakat Singkawang bisa memberikan dampak positif dan nilai lebih bagi umat Konghucu di Kalbar. 

Umat Konghucu merupakan bagian dari masyarakat Kalbar dapat memberikan andil dan berpartisipasi, serta bekerja sama dalam menjaga situasi daerah yang kondusif.

“Semuanya ini demi tercapainya kualitas kehidupan umat beragama yang lebih baik di masa akan datang sehingga pembangunan daerah yang adil, merata, dan sejahtera dapat dilaksanakan dengan baik,” ungkap Christiandy saat menghadiri peresmian Kelenteng Fab Zhu Kung (Sam Chin Miau) Kota Singkawang, Selasa (12/4).

Christiandy mengatakan Kelenteng Fab Zhu Kung memberikan dampak positif dan nilai lebih bagi umat Konghucu di Kalbar dalam menciptakan dan mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera. Kelenteng tersebut juga dapat memberikan nuansa baru bagi peningkatan rasa persatuan dan kesatuan umat di Kalbar. 

Christiandy mengatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat istiadat dan agama. Keberagaman ini merupakan kekayaan bangsa yang tak ternilai. Jika tak dikelola secara arif dan bijaksana akan membawa kehancuran bagi bangsa. Terkait dengan keagamaan, lanjut Christiandy, mengelola kemajemukan agama bukan hal yang mudah.

Satu sisi umat beragama sebagai salah satu komponen bangsa berusaha untuk memelihara identitas dan memperjuangkan aspirasinya. Di sisi lain, mereka juga dituntut untuk memberikan andil dalam rangka memelihara kerukunan dan keutuhan bangsa.

“Dalam kaitan inilah diperlukan kearifan dan kedewasaan dikalangan semua umat, khususnya umat Konghucu untuk memelihara keseimbangan antara kepentingan kelompok dan kepentingan nasional,” katanya. (uni/r)

Berita Terkait