Wabup Tegur Kadispertanak

Wabup Tegur Kadispertanak

  Kamis, 11 Agustus 2016 09:53
PERTEMUAN PENYULUH: Wakil Bupati Kapuas Hulu saat menyampaikan sambutan pada acara Pertemuan Penyuluh Pertanian se Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2016 di Gedung MABM, kemarin. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero menegaskan bahwa dia sudah menegur Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Kapuas Hulu. Teguran tersebut disampaikan dia menyangkut kepemilikan data valid dan terbaru yang harus dimiliki salah satu SKPD itu.

 
Menurut Wabup, untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Bumi Uncak Kapuas, dinas tersebut merupakan ujung tombaknya. Untuk itu, dia mengingatkan agar dinas yang dipimpin Abdurrasyid ini harus memiliki data yang valid dan terbaru, terkait pengembangan pertanian dan peternakan daerah ini. “Karena dengan data yang valid, itu kunci menentukan program ke depan,” kata Wabup saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Para Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2016, Rabu (10/8) pagi di Gedung MABM.

Bahkan, Wabup mengungkapkan jika dia sudah menegur pucuk pimpinan dinas dimaksud, lantaran tidak melaporkan data yang valid. "Saya sudah tegur Kadis Pertanian," ucapnya.

Data yang disajikan, kata Anton, sapaan karibnya, tidak sesuai kenyataan dengan pembahasan yang terkait dengan masalah peningkatan validasi dan penyusunan database program pertanian, dalam rangka penyusunan kegiatan tahun anggaran 2017 dan evaluasi program kegiatan pembangunan pertanian tahun anggaran 2016. Dia mengingatkan, para petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dispertanak Kabupaten Kapuas Hulu, agar benar-benar menghitung berbagai komponen, sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Komponen yang dimaksud dia seperti luas lahan, kemudian jumlah dari hasil pertanian berupa kacang tanah, kedelai, padi, dan lain-lainnya. "Saya tidak mau data yang dilaporkan hanya sekadar untuk memenuhi syarat adminisitrasi, sehingga asal main tulis di atas kertas," tegas dia.

Dia mengaku kesal saat menanyakan kepada Kepala Dispertanak, terkait laporan yang menyatakan di Kecamatan Seberuang tidak ada daging sapi. Padahal, setahunya, di kecamatan tersebut terdapat para peternak sapi. Oleh karena itu, dia meminta laporan tersebut diklarifikasi. Begitu juga, diingatkan dia, di Kecamatan Bika, di mana dalam laporan mengatakan ada 300 kambing, kenyataan, tidak ada kambing di kecamatan tersebut. “Jangan sampai pas diperlukan, orang datang ke Bika, jangankan kambingnya, ekornya saja pun tidak ada," celetuknya.

Para petugas PPL, menurut dia, harus membantu masyarakat dan pembangunan Kapuas Hulu, mulai dari tingkat bawah, dengan menyajikan data yang benar. Kondisi seperti apa, ditegaskan dia, harus disampaikan sesuai fakta. Bahkan, dia menambahkan, berdasarkan laporan Dandim setempat, hasil cetak sawah belum dikelola secara optimal.

Sementara itu, ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Rajuliansyah, juga meminta seluruh SKPD, agar memberikan pelaporan data yang sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. "Data itu penting. Data sebagai dasar kami mengambil arah kebijakan. Jika data salah, maka salah juga kami dalam mengambil kebijakan. Artinya data salah bisa berdampak luas," papar politisi PPP ini.

Untuk itu, ke depannya Rajuli, sapaan karibnya, meminta pada pimpinan SKPD benar-benar mengawasi semua kinerja bawahannya. Sehingga, harapan dia, tidak terjadi lagi kesalahan dalam pendataan di masyarakat. Karena, diungkapkan dia, di dalam menyampaikan data yang salah, tidak sepenuhnya menjadi kesalahan pimpinan. Bisa saja, menurut dia, data dari staf yang memang salah. "Jadikan kesalahan itu sebagai evaluasi agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya.(aan)

Berita Terkait