Wabup Sidak Ketersediaan Sembako

Wabup Sidak Ketersediaan Sembako

  Selasa, 21 June 2016 10:00
SIDAK: Wakil Bupati Ketapang Suprapto saat berbincang dengan salah satu pedagang ikan dalam sidak serta monitoring Pemkab Ketapang yang dilaksanakan, kemarin (20/6), dengan mendatangi sejumlah pasar. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang kembali melakukan monitoring dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar. Monitoring dan sidak sembako tersebut dipimpin wakil Bupati (Wabup) Ketapang, Suprapto, kemarin (20/6). Dalam sidak tersebut, Wabup didampingi Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Ketapang serta Kepala Bagian Perekonomian Setda Ketapang.

Pemeriksaan dilakukan mulai dari ketersediaan sembako di pasar tradisional Rangga Sentap. Sementara peninjauan dan dialog dilakukan Wabup di pasar ikan. Selain itu, Wabup juga berdialog dengan pemasok daging sapi. Dia juga mengecek ketersediaan beras, gula, dan lain-lain. Tidak lupa juga, mantan birokrat senior tersebut mengunjungi pasar modern, demi mengecek barang kedaluwarsa.

Monitoring dilakukan Pemkab untuk melihat dari dekat keberadaan dan perkembangan pasar di Kota Ketapang, dalam rangka puasa Ramadan dan menjelang Idulfitri 1437 H. Pengecekan dimaksud untuk memastikan persediaan barang yang dibutuhkan masyarakat tetap stabil.

“Kita lihat langsung ketersediaan stok dan harga  sembako  di bulan
puasa dan lebaran,” kata Suprapto, ketika monitoring sembako di pasar daerah Rangga Sentap, kemarin. Dari hasil monitoring tersebut, diprediksi dia, selama Ramadan dan menjelang lebaran ini, stok sembako untuk daerah ini cukup. Dia juga memastikan kondisi harga relatif stabil. Secara umum, dia melihat, daya beli masyarakat masih terjangkau, meski terdapat beberapa barang yang sedikit mengalami kenaikan. "Intinya stok sembako kita aman dan harga terjangkau," ucap Wabup.

Dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, Pemkab, dipastikan dia, terus melakukan monitorning dan sidak. Hal ini, menurut Wabup, dilakukan untuk mengantisipasi adanya upaya penimbunan barang dan tindakan yang dapat mengancam keselamatan konsumen. Sidak tidak hanya dilakukan mereka ke sejumlah pasar, tetapi juga beberapa  pusat perbelanjaan, hingga gudang penyimpanan distributor. Kegiatan serupa, dipastikan Wabup, akan dilanjutkan ke kecamatan yang dianggap rentan menjual barang-barang kedaluwarsa, kemasan rusak, maupun yang tidak memiliki izin edar, serta keraguan kehalalannya.

Mantan Inspektur Inspektorat tersebut menguraikan bahwa Pemkab dalam monitoring dan sidak tersebut, sekaligus menyerap informasi khususnya dari pedagang dan konsumen, maupun masyarakat. Masukan masyarakat di antaranya, disebutkan dia, menyangkut infrastruktur yang diperlukan, dalam mendorong pasar, seperti di Pasar Rangga Sentap. Dia memisalkan, fasilitas bangunan sudah mulai usang, ditambah jalan
masuk utama yang sudah mulai rusak, serta lingkungannya akan ditata kembali. Kebersihan, ditegaskan dia, harus menjadi skala prioritas di pasar.

“Tengok tu pedagang sayur sudah mulai berjualan di pinggir jalan yang
tak lagi menempati lapak yang disediakan,  dapat ganggu pejalan kaki,
kebersihan pasar kita utamakan untuk dijaga, sampah ada di mana-mana,
kini patut kita rapikan,” tegur Wabup. (afi)

Berita Terkait