Vitiligo, Kelainan Bercak Putih di Tubuh

Vitiligo, Kelainan Bercak Putih di Tubuh

  Jumat, 26 February 2016 08:56

Berita Terkait

Pernah melihat seseorang dengan bercak-bercak putih di kulitnya? Bercak tersebut semakin hari semakin banyak, tetapi hanya pada bagian tertentu di tubuh saja? Boleh jadi dia terkena vitiligo yang membuat sebagian tubuhnya menjadi memutih, akibat kehilangan sel pigmen di bagian tersebut. Oleh : Marsita Riandini Vitiligo bukanlah penyakit menular.Jadi, tak perlu menjauhi orang yang terkena vitiligo.  Awalnya hanya bercak kecil, lama-lama menjadi lebar. Tadinya coklat menjadi putih, tadinya hitam menjadi putih. Vitiligo tidak menimbulkan rasa sakit bagi penderita. Hanya memang, penyakit ini mengurangi estetika sebab menimbulkan bercak putih pada bagian tubuh sehingga membuat warna kulit menjadi berbeda.

Vitiligo merupakan satu kelainan kulit yang disebabkan karena proses autoimmune disease. Demikian yang disampaikan oleh dr. Yuliana Teguh Sp. KK kepada For Her. “Jadi ada reaksi imun yang berlebihan dari diri orang itu sendiri,” tambah dokter yang ditemui di Klinik Yu Tee, Jalan Abdurahman Sale, Komp. Taman Permata Indah Blok A No. 6-7 Pontianak ini.

Ada beberapa tipe dari vitiligo. Tipe pertama akral, yakni vitiligo hanya terjadi di bagian ujung jari saja. Jika terkena di jari-jari tangan, lanjut dia akan lebih sulit diterapi. Sebab pada jari tangan hampir tidak ada folikel rambut.“Kalau terapinya secara topikal ini khan akan lebih baik jika banyak folikel rambut, sebab daya serap obat yang dioleskan untuk merangsang kembalinya sel-sel pigmen di tubuh,” jelas dia.

Vitiligo juga bisa terjadi di sebagian tubuh, ini dikenal dengan istilah parsial. Bercak putih hanya di bagian tertentu tubuh saja. Tetapi ada pula yang universal, yakni hampir seluruh tubuhnya menimbulkan bercak putih tetapi tidak teratur. “Tentu saja yang universal ini berawal dari yang parsial dulu. Apalagi jika tidak segera ditangani,” ucapnya mengingatkan.Yuli pun menjelaskan di kulit ada namanya sel pigmen yang berfungsi untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada seseorang. “Ada orang tertentu yang sistem imunnya terlalu berlebihan sehingga menyebabkan terlalu bereaksi, maka dianggap musuh.Oleh badan dimakan karena dianggap benda asing,” katanya.

Segala Lapisan Usia

Dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalami vitiligo. Meskipun umumnya didominasi orang dewasa, karena menganggap penyakit ini biasa. “Padahal jika sejak awal diterapi, akan semakin cepat meminimalisirnya. Meskipun untuk kelainan ini membutuhkan cukup lama,” ungkap dia. Reaksi kulit yang berubah menjadi bercak putih ini tidak terjadi secara universal, artinya tidak semua orang mengalaminya. “Hanya orang tertentu saja yang memiliki kondisi imunnya yang over reaksi. Tetapi sampai sekarang penyebab kenapa reaksi imun itu terlalu berlebihan pada tubuh seseorang belum diketahui,” paparnya.

Terapinya dapat dilakukan dengan pemakaian obat, selain itu juga perlu memperhatikan faktor stress. “Orang stress imunitasnya menjadi drop. Mereka yang tidak stress saja bisa berlebihan apalagi stress,” ulasnya.

Keuletan dan ketekunan dalam terapi sangat diperlukan untuk mencapai hasil maksimal. Sebab kata dia, setiap proses tubuh manusia membutuhkan waktu tiga bulan atau seratus hari. “Untuk terapi vitiligo tidak bisa cepat. Semua proses di badan kita itu butuh waktu tiga bulan atau proses seratus hari. Termasuk sel darah merah yang akan mati, kembali menjadi sel muda dan mati lagi dalam proses tiga bulan. Seperti itu pula proses perputaran pigmen,” terangnya.

Proses penyebaran bercak putih pada vitiligo ini bervariatif dari masing-masingorang. Dia mencontohkan kasus yang terjadi pada artis legenda Michael Jackson. Kulit asli dari artis top dunia ini sebenarnya berwarna gelap. Tetapi vitiligo yang dideritanya lambat laun membuat 75 persen tubuhnya kehilangan pigmen. “Oleh dokternya 25 persen lagi sengaja diputihkan, tidak ada lagi pigmen yang memproteksi badan,” ucapnya.

Jika tubuh sudah tak lagi memiliki pigmen untuk memproteksi badan, maka tubuhnya akan berontak ketika terpapar sinar matahari. “Sel pigmen itu khan memiliki melanin sebagai tabir surya alamiah. Jadi kita bisa hitam itu sebenarnya bersyukur. Kalau sekarang berpikir ingin jadi putih, itu salah besar. Karena sebenarnya justru lebih baik hitam,” kata dia.

Yuli menjelaskan, saat ini paparan matahari yang menyerang kulit itu tidak hanya ultraviolet B, tetapi ada yang namanya ultraviolet A yang gelombangnya lebih panjang dari ultraviolet B. “ Kalau ultraviolet B itu masih bisa diproteksi  ketika kita dalam mobil, tetapi ultraviolet A akan bisa masuk melalui kaca mobil,” ujar dia.Dia menyarankan, ketika ada timbul bercak putih, segeralah berobat. Apalagi jika bercak tersebut semakin membesar. “Luangkan waktu sedikit untuk memeriksakan tubuh sendiri, baik itu saat berpakaian untuk memastikan ada atau tidak bercak putih di tubuh,” tandasnya. **

Berita Terkait