Visa Hilang hingga 20 Kg Obat

Visa Hilang hingga 20 Kg Obat

  Kamis, 11 Agustus 2016 11:46
KERUSAKAN MESIN: CJH Kloter II turun dari pesawat Garuda Indonesia Boeing 747 Serie 400 menuju ruang tunggu internasional Bandara Internasional Minangkabau, kemarin. Akibat kerusakan mesin, maskapai Garuda Indonesia gagal terbang SY. RIDWAN/PADANG EKSPRES

Berita Terkait

MADINAH – Problem pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) tidak hanya terjadi di tanah air. Saat CJH tiba di Tanah Suci, masalah yang sebenarnya bisa diatasi di embarkasi masih saja lolos. Misalnya, yang terjadi pada hari pertama kedatangan CJH Indonesia di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.

 

Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) menemukan dua masalah tak terduga. Yang pertama dialami CJH bernama Juanda Sulaiman Ahmad. CJH kloter 1 embarkasi Batam itu kedapatan membawa koper berisi 20 kilogram obat-obatan. ”Obat-obatan tersebut pemberian pemda setempat untuk seluruh jemaah dari Kabupaten Natuna,” ujar Kepala Daker Airport Nurul Badruttamam kemarin.

 

Koper itu sempat tertahan agak lama sampai akhirnya tim kesehatan meluncur ke bandara untuk memberikan penjelasan. ”Persoalan tersebut bisa terselesaikan. Petugas di bandara mengizinkan obat-obatan itu dibawa jemaah,” ujarnya.

Persoalan kedua adalah hilangnya lembar visa milik CJH asal embarkasi Surabaya bernama Sahwati Sumardin Sagiman. Perempuan asal Sumenep itu bingung saat petugas imigrasi bandara menginformasikan bahwa paspornya tidak dilengkapi visa.

Petugas langsung menghubungi Kantor Urusan Haji Indonesia yang ada di terminal. Lantaran pengurusan visa haji Indonesia saat ini sudah menggunakan fasilitas e-hajj, persoalan tersebut bisa diatasi. ”Setelah visa dicetak ulang, ternyata visanya tidak hilang. Ditemukan di dalam tas jemaah,” kata Nurul.

Kendala-kendala kecil masih sering ditemukan, khususnya terkait dengan barang bawaan jemaah. Banyak  koper jemaah yang tertahan lantaran harus melalui pemeriksaan fisik. Penyelesaian masalah itu semakin lama karena mayoritas koper jemaah dikunci dengan gembok.

”Saat di bandara jemaah terpisah dengan koper. Kalau ada masalah dengan barang bawaan, petugas harus mencari jemaah untuk meminta kunci kopernya,” ujar dia.

Jemaah Kalbar

Sementara itu, jadwal keberangkatan calon jemaah haji Kalimantan Barat dimulai pada 18 Agustus 2016. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat Syahrul Yadi mengatakan, keberangkatan pertama yakni kloter 11 berasal dari empat kabupaten atau kota yakni Singkawang, Sanggau, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Para Jemaah berangkat dari Pontianak pada 18 Agustus menuju ke Batam. Dan berangkat dari Batam menuju Arab Saudi pada 19 Agustus. Kloter pertama sebanyak 445 jemaah. (jpg/mse).

Liputan Khusus: 

Berita Terkait