Utamakan Kebutuhan Dasar

Utamakan Kebutuhan Dasar

  Rabu, 23 March 2016 09:23
Robert Nusanto

Berita Terkait

MASALAH infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, serta kesehatan, tetap menjadi isu strategis dalam setiap pembahasan rencana pembangunan. Robert Nusanto, asisten Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Kalbar, mengungkapkan bagaimana kebijakan pembangunan yang dirancang Pemprov Kalbar pada saat ini diarahkan pada membangun sistem konektivitas ke daerah.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti pembangunan jalan dan jembatan, pendidikan, serta kesehatan mesti diutamakan. Tentu saja, dia menambahkan, dengan dukungan infrastruktur yang mantab dan ketersediaan sumber daya energi, ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas, dan iklim investasi yang baik sangat diperlukan. “Utamakan kebutuhan dasar dulu,” katanya saat menghadiri Musrenbang di Putussibau.

Selain program perioritas yang menjadi titik berat pembangunan tahun 2017, tentu, menurut dia, ada isu-isu strategis yang menjadi permasalahan seperti bidang kesehatan, pendidikan, dan bidang lainnya yang perlu mendapat perhatian serius, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten. Sampai akhir 2015, berdasarkan hasil evaluasi Pemprov, diungkapkan dia jika pembangunan di Kapuas Hulu terselenggara dengan baik.

“Secara umum pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu terselenggara dengan baik,” tegas Robert lagi. Namun, diakui dia, masih terdapat beberapa permasalahan yang perlu diperhatikan. Seperti, dimisalkan dia, pada bidang pendidikan, di mana belum maksimalnya pendataan PAUD, SD, SMP, serta SMA/SMK. “Baik sarana prasarana pendidikan oleh operator di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, serta sarana dan prasarana pendidikan lainnya,” kata dia.

Secara rinci Robert menjelaskan, masih kurangnya tenaga pendidik, khususnya pada bidang keahlian, semisal lulusan fisika yang mengajar bidang studi matematika. “Ini termasuk permasalahan yang terjadi di semua daerah di Kalbar, bukan hanya di Kapuas Hulu,” kata dia.

Kondisi ini, menurut dia, dialami Kapuas Hulu lantaran luasnya rentang pelayanan, karenanya masuk kategori tertinggal, terjauh, dan terisolir (3T). Robert menyebutkan, rata-rata lama sekolah merupakan salah satu faktor penyandera Indeks Pembangunan Manusia (IPM). “Yang menyandra IPM Kalbar rata-rata lama sekolah. Beberapa tahun lalu, IPM Kapuas Hulu baik, tapi sudah disalib kabupaten lain,” katanya.

Bidang ketetenagakerjaan yang menjadi pendongkrak IPM, menurut dia, adalah pelatihan kepada tenaga kerja, karena indeksnya jauh lebih tinggi. Dijelaskannya bahwa pelatihan tenaga kerja merupakan salah satu program pemerintah yang bisa langsung dinikmati masyarakat. “Saya monitor dulu anak-anak yang kita latih keterampilan kerja di BLKI (Balai Latihan Kerja Industri) Provinsi, waktu itu hanya kabupaten Kapuas Hulu yang bekerjasama, sehingga IPM meningkat. Selesai latihan, ia ada keterampilan untuk membangun di daerahnya,” jelasnya.(aan)

Berita Terkait