Usulkan Bergilir, Kalbar Siap jadi Tuan Rumah

Usulkan Bergilir, Kalbar Siap jadi Tuan Rumah

  Minggu, 3 April 2016 10:05
FESTIVAL KULINER: Pemukulan penggorengan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, didampingi Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya sebagai tanda dimulainya Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (1/4). HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Christiandy Sanjaya memandang bagaimana potensi kuliner Indonesia sangat tinggi. Setiap daerah, diakui dia, memiliki khas yang berbeda satu dengan lainnya. Berpijak pada kekhasan tersebut, Kalbar sangat mendukung kegiatan Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016. 

WAGUB menyambut baik penyelenggaraan FKN 2016. Kegiatan tersebut, menurut dia, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan industri kuliner, pemerintah daerah di Indonesia, lembaga pendidikan kuliner, serta komunitas kuliner.

“Semuanya ini menggambarkan penta helix sebagai kekuatan pariwisata nasional,” ujar Christiandy pada acara Launching Festival Kuliner Nusantara (FKN) 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (1/4). 

Wagub mengusulkan festival ini bisa dilaksanakan secara bergilir di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata dan ekonomi kreatif. Kalbar pun dipastikan dia siap menjadi tuan rumah.

Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, mengatakan FKN 2016 bertujuan untuk menjadikan kuliner sebagai Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia. Kegiatan ini, menurut dia, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan akan diselenggarakan di Mall Artha Gading, Jakarta Utara pada 14 sampai 16 April 2016. 

“Acara FKN akan menyajikan ratusan bahkan ribuan jenis makanan dan minuman. Indonesia memang sangat kaya dengan apapun, salah satunya adalah keunggulan di bidang kuliner,” kata Arief. 

Pariwisata, diakui dia, memang tak pernah lepas dari kuliner. Kementerian Pariwisata dipastikan dia, memberikan perhatian serius pada sektor kuliner sebagai bagian yang tak terpisahkan dari industri kreatif pariwisata.

“Wisata Kuliner itu terkait erat dengan life style. Memberi tambahan value pada kuliner, seperti bentuk, sajian, tampilan, warna, dan image yang membuat makanan menjadi lebih bergengsi, sama dengan menaikkan commercial value dari kuliner itu. Jadi, style itu penting,” ungkap Menpar. 

Menurut Menpar, Indonesia perlu mencontoh strategi pemasaran kuliner dari negara tetangga seperti Thailand dan China yang mendunia. Pemerintah Thailand, digambarkan dia, sangat mendukung masyarakatnya yang ingin membuka restoran Thailand di seluruh dunia melalui berbagai kebijakan termasuk permodalan. 

“Itu sebabnya restoran Thailand tumbuh di mana-mana di seluruh dunia, termasuk banyak terdapat di Indonesia,” ujarnya. (uni/r)

Berita Terkait