Usul Buat Jembatan Gantung

Usul Buat Jembatan Gantung

  Sabtu, 12 March 2016 11:47
KEDAI KAPUAS: Setelah Taman Alun Kapuas, Pontianak dinyatakan bersih dari pedagang apapun, kini warga beralih membuat kedai di tepian Sungai Kapuas. Ada sejumlah penjual makanan dan minuman yang sekarang justru menjadi daya tarik taman tersebut. MUJADI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak telah mengusulkan pembangunan jembatan gantung ke Kementerian Pekerjaan Umum. Rencana jembatan itu setinggi 36 meter di wilayah Sungai Kapuas sebagai penghubung dua wilayah dengan sasaran utama bagi pejalan kaki dan pengguna sepeda. Apabila ini terealisasi maka dapat menjadi salah satu ikon wisata di Pontianak. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak Ismail, belum lama ini.

"Jembatan gantung salah satu rencana yang menjadi satu bagian dengan water front city. Itu diperuntukkan untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda," ujarnya.

Rencana pembangunan jembatan gantung lanjutnya merupakan bagian dari program pemerintah pusat bertajuk "kota baru" di seluruh Indonesia ada lima kota yang salah satunya Pontianak.

Saat ini master plan sudah jadi, sehingga tahun 2016 tinggal memikirkan untuk penataan kawasan tersebut. "Tahun ini kami akan menata Banjar Serasan dan Tambelan Sampit. Selain itu Beting juga akan ditata Kementerian PU," ujarnya.

Dari penataan kawasan Sungai Kapuas itu sekalian mengusulkan pembangunan jembatan gantung. Demi menata kawasan itu, nanti juga akan dibangun Taman Alun Kapuas juga di Pontianak Utara yang direncanakan bertempat di Pasar Puring, tak jauh dari terminal dan Wisma Siantan dengan tidak menghilangkan tempat asal.

Menurut Ismail, dengan adanya jembatan gantung maka dapat memudahkan akses pejalan kaki dan pesepeda. "Jembatan gantung dalam rancangan setinggi 36 meter, sehingga tidak mengganggu lalu lintas perairan," terangnya.

Usulan pembangunan jembatan gantung sebenarnya sudah lama diajukan, namun dalam realisasinya Pontianak justru keduluan dengan Malaysia di Kuching.

Kalau di Kuching jelasnya kawasan water front city sedang dibuat jembatan gantung. Mereka membuat itu cenderung lebih ke arah pariwisata.

Dia berharap setelah water front city jadi, nanti bisa jadi sebagai ikon Pontianak. Tidak mudah untuk mewujudkan satu kawasan menjadi baik. Namun ia yakin semuanya bisa dilaksanakan. 

"Dalam mewujudkan water front memang butuh waktu. Sebagai pemanis kita akan membangun kembali pasar serta terminal di Siantan tak jauh dari pelampung, namun pembangunan tidak lantas menghilangkan hak pedagang," pungkasnya.(iza)

Berita Terkait