Usia Pipa PDAM di Atas 30 Tahun

Usia Pipa PDAM di Atas 30 Tahun

  Sabtu, 26 March 2016 09:45
Asriadi

Berita Terkait

SAMBAS- Penjadwalan aliran air PDAM Muare Ulakan ke pelanggan khususnya di Kecamatan Tebas, yakni dua hari sekali bukan sajaberlangsung saat ini. Namun kondisi tersebut sudah diterapkan dua  direktur sebelumnya.

“Saya masih melanjutkan kebijakan dari dua direktur sebelumnya, dan kondisi ini berkaitan dengan debit sumber air. Kondisi tersebut saat ini diperparah dengan adanya pengerjaan pelebaran jalan di wilayah tersebut yang terkadang membuat pipa-pipa kita (PDAM) harus diperbaiki ataupun di pindah, akibatnya suplai air ke pelanggan juga terganggu, dan ini adalah tantangan saya untuk memecahkannya,” kata Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas, Asriadi ST menyikapi adanya keluhan dari elemen masyarakat Tebas, Jumat (25/3).

Menurutnya, pipa yang ada di daerah tersebut (Tebas, Semparuk hingga Pemangkat) berbahan asbes. Sehingga jika ada yang pecah, harusdilakukan penyambungan dengan teknik dan alat khusus yang terkadang  harus pesan terlebih dahulu jika stok tak ada.

“Kalau stok barang tidak ada, kita harus pesan. Hal ini juga membuat perbaikan yang ada molor,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mencoba secepat mungkin menangani jika ada keluhan dari masyarakat. “Kita juga menyiapkan tempat untuk keluhan pelayanan, bisa melalui website yang telah kita siapkan maupun langsung ke kantor cabang. Dan kita berusaha jika ada keluhan langsung kita tangani,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PDAM Tirta Muare Ulakan juga menyampaikan mengenai program tahun ini untuk peningkatan pelayanan. Dimana pihaknya mendapatkan bantuan anggaran yang akan digunakan untuk penambahan pompa. Sehingga nantinya akan semakin lancar aliran air ke daerah Tebas hingga Pemangkat.

“Tahun ini, kita mendapatkan penambahan anggaran sebesar Rp2 Miliar. Dana ini akan digunakan untuk mengalirkan air ke daerah Sukaramai dan perkantoran (wilayah perkantoran di Pemkab Sambas), penambahan pompa ditebas, perluasan jaringan Semparuk Pemangkat, dan penggantian water meter 700 buah,” kata Asriadi.

Bahkan direncanakan, sebutnya, untuk pelanggan Pemangkat, Tebas dan Semparuk nanti akan dipecah tersendiri. “Kalau rencana pemecahan dilakukan, kita yakin untuk suplai air di wilayah tersebut bisa surplus. Sehingga tak akan ada lagi penjadwalan pengaliran air, tapi bisa 24 jam dan mudah-mudahan bisa teralisasi. Seperti halnya di Sambas (wilayah Kecamatan Sambas) yang saat ini sudah mengalir 24 jam,” katanya.

Asriadi juga menampik jika PDAM di bawah kepemimpinannya, dianggap belum membawa perubahan. Selain sudah mengalirnya air PDAM di Sambas (kecamatan) 24 jam kemudian kebijakan lainnya yang memberikan adanya peningkatan pelayanan. Dari sisi keuangan maupun pencapaian kinerja, secara data juga telah mengalami peningkatan.

“Kalau saya mau berbicara berdasarkan data yang ada. Bisa dilihat, bagaimana hampir satu tahun saya menjabat, dari sisi keuangan maupun pencapaian kinerja bisa dilihat,” katanya.

Meski demikian dirinya mengakui, masih ada beberapa “pekerjaan rumah (PR)” besar yang harus diselesaikan. Diantaranya mengenai cakupan layanan  kepada masyarakat di Kabupaten Sambas, yang sampai saat ini pelanggan yang tercatat baru 5.900 (sebelumnya 5.600).

Kemudian masih tingginya angka kehilangan air yang mencapai lebih dari 50 persen, yang disebabkan pipa yang usianya tua (rata-rata diatas 30 tahun) serta meter air banyak yang rusak, juga menjadi pekerjaan yang akan diselesaikan.(fah)

Berita Terkait