Usai Antar Anak, Gatot Disergap Densus

Usai Antar Anak, Gatot Disergap Densus

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30
PENGGELEDAHAN: Tim gabungan melakukan penggeledahan di rumah Gatot di Jalan Hasanudin Nomor 20 Rt 04/Rw 05 Dusun Ndoyo Kelurahan Selosari, Kabupaten Magetan, kemarin. Gatot alias Sabarno merupakan terduga teroris yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri pada H-1 Hari Raya Idul Fitri di Mapolresta Surakarta pada bulan Juli lalu. JPG

Berita Terkait

Jadi DPO, Terduga Teroris Asal Magetan

MAGETAN – Sepulang mengantar anak ketiganya ke sekolah, Gatot Witono, 50, alias Sabarno dibekuk tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, kemarin (25/10) sekitar pukul 06.30 WIB di depan SD Al Usuwah Jalan Mayjend Sutoyo, Magetan. Gatot disergap lantaran menjadi terduga teroris yang sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Tim Densus 88 Antiteror bersama 40 personel tim Brimob Polda Jateng, Inafis, Polresta Surakarta dan Polres Magetan kemudian menggelandang anggota Jamaah Islamiyah  tersebut ke Mapolres Magetan. Kemudian pria yang selama ini dikenal sebagai perajin kulit itu langsung dibawa ke Mapolres Surakarta. 

Selanjutnya, tim gabungan sekitar pukul 07.00 WIB mulai melakukan penggeledahan di rumah Gatot di Jalan Hasanudin Nomor 20 Rt 04/Rw 05 Dusun Ndoyo Kelurahan Selosari Kecamatan/Kabupaten Magetan. Informasinya dr Dyah Rahmawati, istri Gatot masih berada di rumah. Proses penggeledahan juga disaksikan warga dari lingkungan setempat.

Informasi yang dihimpun, Gatot alias Sabarno diduga kuat masuk jaringan dari Sulistyono yang lebih dulu ditangkap di Karanganyar, Jawa Tengah. Aksi jaringan radikal ini yakni melakukan bom bunuh diri pada H-1 Hari Raya Idul Fitri di Mapolresta Surakarta pada bulan Juli lalu. ‘’Pelaku diduga jaringan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta,‘’ ujar sumber internal Polres Magetan.

Sejak dimulai penggeledahan akses jalan tersebut ditutup total. Hanya warga sekitar dan orang yang berkepentingan khusus diperbolehkan masuk. Proses penggeledahan berlangsung empat jam atau berakhir pukul 11.30 WIB. Satu per satu petugas keluar dari rumah yang tampak mewah tersebut. 

Di depan rumah itu ada papan nama dr Dyah Rahmawati yang membuka praktik. Setelah diubek-ubek, ditemukan sejumlah barang yang diindikasi kuat menjadi bukti keterlibatan Gatot dalam aksi radikalisme. Di antaranya 16 senjata tajam (sajam), 2 rompi, 6 buku tolkhu atau jihad, 6 potongan paralon, 8 batu baterai jam dinding. Semua barang bukti kemudian dibawa ke Mapolda Jateng oleh Tim Gegana Unit I Brimob Polda Jateng. 

“Iya kami bawa beberapa barang, kami bukan pemain inti. Ini mau balik ke Solo. Nanti di Solo ada yang memberikan keterangan sendiri, " kata Kompol Saprodin, Kasat reskrim Polresta Surakarta. (odi/ota)

 

Berita Terkait