Upaya Pecahkan MURI, Serentak se Indonesia

Upaya Pecahkan MURI, Serentak se Indonesia

  Selasa, 16 Agustus 2016 09:30
LOMBA: Lapas Kelas IIB Putussibau menggelar berbagai perlombaan tradisonal untuk warga binaan. Gelaran serentak Lapas se Indonesia. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 
Banyak cara memeriahkan hari Kemerdekaan. Aneka lomba tradisional seperti yang digelar di kampung-kampung. Semuanya meriah. Menyenangkan. Perayaan Hari Kemerdekaan menjadi milik semua. Termasuk warga binaan di Lapas se Indonesia.

Mustaan, Putussibau

SEPERTI yang dilakukan oleh lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Putussibau. Pihak Lapas menggulirkan sejumlah perlombaan tradisional untuk warganya.

Kegiatan tersebut serentak dilaksanakan oleh seluruh Lapas maupun lembaga permasyarakatan se-Indonesia. Kegiatan tersebut serentak diselenggara di Lapas seluruh Indonesia untuk mendapatkan rekor MURI.

“Semua perlombaan yang kami gelar permainan tradisional. Jadi Lapas akan membuat perlombaan tradisional, yang diperlombakan untuk memecahkan rekor MURI seperti lomba terompah panjang dan lagu Hari Merdeka,” terang Mulyoko, Kepala Lapas Kelas IIB Putussibau, Senin (15/8).

Seyogyanya perlombaan akan dipantau langsung oleh Direktorat Jendral Pemasyarakatan, Kemenkum dan HAM.

Namun karena di Lapas Putussibau belum memiliki fasilitas aplikasi dimaksud, maka setelah selesai perlombaan hasilnya akan dikirim ke pusat.

“Itu seluruh Indonesia, kalau peralatan kami cukup pakai aplikasi zoom dipantau langsung Ditjend Pas,” paparnya.

Ditambahkan, sebelum perlombaan dimulai, panitia telah menyusun bentuk perlombaan dan menyiapkan peralatan yangdigunakan untuk lomba.

“Minggu kemarin kami kumpulkan semua terpidana. Kegiatannya hanya satu hari langsung didatangi tim penilai muri Indonesia. Ini diikuti seluruh warga binaan se-Indonesia,” terang dia. Dijelaskan dia lagi, perlombaan tradisional mengisi HUT Kemerdekaan RI itu dimaksudkan untuk memlihara budaya bangsa agar tidak punah. Karena seiring perkembangan zaman lomba tradisional mulai di tinggalkan.

Kemudian, kata Mulyoko, bagi para terpidana sendiri untuk memupuk rasa persaudaraan antar sesama terpidana.  Adapun perlombaan yang digelar berupa lomba terompah panjang yang harus dimainkann dengan kekompakan.

“Permainan ini harus dilakukan dengan kompak, jika tidak kompak tidak bisa menang. Para terpidana ini menyambut antusias perlombaan yang kami gelar,” terangnya.

Artinya, terang dia lagi, semua permainan yang diselenggarakan menitikberatkan pada kegiatan atau permainan tradisional. Tujuan, untuk meningkatkan silaturahmi dan kerjasama antar warga sesama binaan. Menanamkan nilai-nilai positif dan rasa kekeluargaan. “Semoga akan perlombaan yang kami gelar ini menciptakan kondisi aman dan kondisi bermasyarakat yang baik di Lapas ini,”ucapnya. (*)

Berita Terkait