Untung Musiman dari Jualan Buah

Untung Musiman dari Jualan Buah

  Sabtu, 19 December 2015 07:23
LANGSAT : Sejumlah lapak pedagang buah langsat berjejer di sepanjang Jalan Jendral Urip. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Buah durian, langsat dan rambutan saat ini tengah memasuki musimnya. Para pedagang musiman pun menyambut baik kehadiran buah-buah tersebut. Mereka menggelar dagangannya, baik di pasar, pinggiran jalan, maupun kawasan-kawasan tertentu yang menarik minat banyak pembeli. Beberapa diantaranya rela meninggalkan pekerjaan lamanya, demi mendapatkan penghasilan lebih besar dari berjualan buah musiman ini.  Oleh : Marsita Riandini

Bagi Anda penggemar durian, tentu saat ini sedang bergembira, sebab buah kegemarannya bisa didapat dengan mudah. Ingin berburu durian di Pontianak, maka Anda bisa mengunjungi kawasan Jalan Teuku Umar. Bila musim buah durian tiba, setiap malamnya Anda bisa melihat deretan pedagang buah durian. Baik yang meletakkan buahnya di lantai, maupun yang meletakkannya di atas meja bongkar pasang. Mereka baru berjualan sejak pukul 15. 00 wib hingga tengah malam.
Haris Prasetyo (32 th), sudah cukup lama bergelut dengan usaha buah musiman ini. Meski banyak pesaingnya, tetapi si raja buah ini tetap memberikan keuntungan. Tak heran sejak tahun 1999 sampai sekarang, dia masih tetap bertahan. “Dibanding tahun lalu, tahun ini pembelinya cukup sepi. Sementara jumlah buah cukup banyak, tetapi pendapatan lumayanlah. Meskipun saya tidak berani ambil banyak,” katanya.
Durian yang ia jual berasal dari Balai Karangan. Durian tersebut didapat dari agen, sehingga dia tidak perlu turun langsung ke pemilik kebun. Harga yang dijual juga bervariasi, mulai dari 10 ribuan hingga 50 ribuan. “Tergantung ukuran. Saya juga menjamin, kalau durian yang dibeli busuk bisa ditukar. Pembeli sih tidak milih, durian dari Balai Karangan maupun dari tempat lain tetap banyak yang suka,” katanya.
Tak sulit berjualan durian di tempat tersebut. Apalagi pemerintah memberikan kesempatan untuk berjualan. Tentu saja pedagang tidak bisa asal berjualan saja. Mereka harus memperhatikan kebersihan, terutama kulit-kulit durian. Sebab ada pembeli yang yang memilih membawa pulang tetapi ada pula yang memilih makan langsung di lapak tersebut.  “Cuaca juga menjadi faktor menurunnya pendapatan. Kalau cuacanya hujan, tentu pembeli berkurang,” pungkasnya.  

=============================

Langsat

IBARAT kalau ada semut pasti ada gula, maka durian dan langsat juga demikian. Seringkali ketika durian bermunculan di pasaran, maka tak lama lagi akan muncul si buah yang bulan manis ini. Deretan pedagang langsat ini dapat Anda jumpai di kawasan Jalan Jenderal Urip Pontianak.

Berkilo-kilo langsat membanjiri wilayah tersebut. Lie San Tong, salah satu pedagang langsat ini mengaku sudah puluhan tahun berjualan di sana. “Saya berjualan sejak tahun 1986. Saya lebih memilih buah langsat, meskipun untungnya kecil tetapi pembeli lancar,” jelasnya yang sehari-hari membuka kantin ini.
Lie ingat betul ketika awal berjualan masih satu dua lapak saja yang ada. Tetapi saat ini lebih dari 20 pedagang yang menjadi pesaingnya. “Kalau langsat yang dijual itu bagus, tidak busuk, pelanggan akan kembali lagi ke kita. Tetapi kalau kita bohong, barang busuk dimasukkan, maka pembeli tidak mau balik lagi,” jelasnya.
Dalam sehari, dia bisa menjual 7 sampai 8 keranjang. Satu keranjang berkisar 60 kilogram langsat. Itu artinya dalam sehari dia bisa menjual 500-an kilogram. “Jual langsat ini tidak sulit. Apalagi kita tinggal pesan, mereka yang antar ke tempat kita,” ungkapnya.
Ingin mendapatkan hasil yang lebih banyak, bisa memajak pohon langsat sebelum panen. Biasanya ada pemilik kebun yang memilih memajak langsatnya ketika mulai berbuah. “Kalau sistem pajak ini untungnya bisa besar dibanding kalau beli setelah mereka panen. Tapi kalau harganya sangat turun, bisa merugi juga. Seperti sekarang ini kondisi harga langsat menurun. Jadi lebih untung mengambil langsung yang sudah dipanen. Kita sudah bisa memprediksi pendapatan  meskipun lebih kecil,” papar Lie. Biasanya baru muncul, harga jual langsat 20 hingga 30 ribuan, tetapi sekarang hanya belasan ribu rupiah bahkan diprediksi bakalan turun lagi. **

Berita Terkait