UNAS SMP Diikuti 3.941 Siswa

UNAS SMP Diikuti 3.941 Siswa

  Rabu, 4 May 2016 09:27
DOKUMEN : Tumpukan soal UN tingkat SMP/MTs di Disdikpora Kapuas Hulu. FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

Ujian Nasional (Unas) tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dilaksanakan mulai Senin (9/5) minggu depan. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kapuas Hulu sudah memulai berbagai persiapan. Diantaranya persiapan peserta didik dan pendistribusian soalujian kesekolah-sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana ujian.

Itoni Kasi Kurikulum Kasi SMP/SMA/SMK Disdikpora Kapuas Hulu, Selasa (3/5) pagi mengatakan. Tahun ini, peserta Unas tingkat SLTP ada 3.941 siswa SMP/MTs dan untuk SMPLB hanya lima siswa. Untuk logistik berupa lembar soal dan lembar kunci jawaban ujian nasional telah sampai di Disdikpora. Dan siap disalurkan ke selolah yang ditunjuk sebagai penyelenggara ujian di kecamatan.

“Soal dan lembar jawaban Unas itu diantar dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar menggunakan truk, dikawal aparat polisi. Untuk pengiriman soal merupakan program dari Provinsi dan diantar langsung oleh dinas pendidikan Kalbar bersama Polda Kalbar,” jelasnya. Tiba di Kapuas Hulu, terang dia, soal dan lembaran jawaban juga dikawal Polisi dan dijemput Disdikpora Kapuas Hulu dan Kepala Sekolah.

Selanjutnya, sambung Itoni disalurkan ke beberapa daerah di Kapuas Hulu, juga dikawal ketat aparat kepolisian. Ia mengatakan, serah serah terima, soal dan lembar jawaban UN kepada kepala sekolah bersama petugas yang ditunjuk. Dia mengaku Disdikpora Kapuas Hulu sudah melakukan sosialisasi pendahuluan yang dilaksanakan 10 Maret. 

“Sosialisasi sudah kami lakukan,” terang dia.

Dikatakannya, masing-masing sekolah sudah menyiapkan siswa-siswinya masing-masing. Walaupun penentuan ketulusan tidak lagi dari nilai Unas, tapi diambil dari ujian sekolah dan nilai rapot, kata dia, Unas tidak boleh diremehkan. 

"Kelulusan ditentukan melalui rapat dewan guru, karena ada kriteria penilainya. Saya yakin dengan mekanisme seperti ini bisa menghindari tingkat kecurangan,” jelasnya.

Biarpun miliki nilai tinggi, kata Itoni lagi, apabila dimata guru-guru yang bersangkutan tidak baik, bisa jadi tidak lulus, terutama akhlak, keagamaan, disiplin, perilaku dan prestasi siswa bersangkutan. Kepala SMPN 6 Nibung Kecamatan Selimbau, Ishak mengatakan, hari ini pihaknya memang disuruh dinas mengambil soal Unas. 

“Hari ini kami diminta dinas untuk mengambil dokumen ujian,” terangnya.

Dalam pengambilan soal Unas ini, ia menjamin tidak akan terjadi kebocoran soal, selain itu peluang untuk kebocoran soal pun tidak mungkin."Karena kami ini bukanlah penyelenggara ujian, kami hanya nginduk ke sekolah. Lagipula soal yang dibawa langsung kesekolah penyelenggara," ujarnya. Kerena itu kemungkinan terjadi kebocoran soal sangat minim apalagi pengawalan dari kepolisian ketat.(aan)

Berita Terkait