Unas Kurang Sepekan Naskah Belum Komplet

Unas Kurang Sepekan Naskah Belum Komplet

  Senin, 28 March 2016 09:03
ilustrasi

Berita Terkait

Terjadi di Lima Provinsi

JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) 2016 jenjang SMA sederajat tinggal sepekan lagi. Berdasar laporan terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), pencetakan naskah di lima provinsi belum tuntas. Meski begitu, Kemendikbud optimistis tidak akan mengganggu jadwal ujian.

Mulai tahun ini Kemendikbud membuka akses pencetakan naskah ujian secara real time. Data tersebut diunggah langsung dari percetakan-percetakan yang memenangkan tender pengadaan naskah ujian. Catatan hingga tadi malam (27/3), pencetakan naskah ujian belum komplet di lima provinsi.

Lima provinsi itu adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Kekurangan penggandaan naskah ujian memang tidak signifikan. Meski begitu, pencetakan wajib terus dipantau oleh panitia unas di Kemendikbud.

Kekurangan paling kentara terjadi di Sulawesi Tenggara. Yakni, naskah yang sudah tercetak untuk kelompok SMA baru 85,6 persen dari total kapasitas. Kekurangan yang mencolok juga ditemukan di Sulawesi Barat, yakni masih tercetak 94,1 persen untuk SMA dan 89,6 persen untuk SMK. Sementara itu, di Sumatera Selatan, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat 99,9 persen naskah telah tercetak.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbud Daryanto mengatakan, mereka memang membuat terobosan dengan mengumumkan perkembangan pencetakan naskah ujian. Dengan demikian, percetakan merasa diawasi seluruh masyarakat se-Indonesia. ’’Kalau mau lihat, silakan dicek sendiri di website-nya (un.kemdikbud.go.id),’’ katanya.

Dengan kekurangan yang masih terjadi hingga sepekan menjelang unas, dia belum merasa khawatir. Sebab, dia berpatokan bahwa naskah unas untuk daerah-daerah terpencil selesai dikirim pekan lalu. ’’Kalau sekarang ada yang kurang, bisa jadi untuk daerah perkotaan yang mudah diakses,’’ jelasnya.

Daryanto menuturkan, Kemendikbud juga mencetak naskah ujian untuk daerah-daerah yang sejatinya melaksanakan unas berbasis komputer (UNBK). Tujuannya mengantisipasi ketika terjadi gangguan teknis dalam waktu yang lama. Namun, dia berharap unas berbasis kertas maupun komputer sama-sama berjalan dengan lancar.

Dia juga mengingatkan sistem baru pengawasan unas. Pria yang mengawali karir sebagai PNS Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu mengatakan, sistem pengawasan bakal lebih ketat untuk daerah dengan indeks integritas rendah.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menyatakan, pengawasan pencetakan naskah unas di percetakan dilakukan petugas inspektorat serta tim monitoring dan evaluasi (monev). ’’Secara umum, pencetakan naskah unas berjalan sesuai dengan jadwal,’’ katanya.

Nizam menjelaskan, unas tahun ini diikuti 1.367.755 siswa SMA, 376.468 siswa MA, dan 1.276.133 siswa SMK. Kemendikbud menetapkan jadwal Unas 2016 mulai bergulir 4–6 April. Bagi siswa yang berhalangan datang saat jadwal itu, diberikan kesempatan unas susulan pada 11–13 April. (wan/c6/agm)  

Berita Terkait