UMKM Dituntut Makin Kreatif

UMKM Dituntut Makin Kreatif

  Selasa, 5 January 2016 08:53
INDUSTRI KREATIF: Barang-barang kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas dan kayu olahan menjadi sektor usaha yang masih luas pasarnya dan menjanjikan di tahun 2016 ini. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah kerap disebut-sebut sebagai penyelamat krisis ekonomi dalam negeri. Lapangan kerja yang tak meningkat tinggi dan masih minimnya jumlah pengusaha dalam negeri, membuat bisnis modal kecil ini patut dicoba oleh para pemula di tahun 2016. Oleh : Aristono

Berita mengenai krisis ekonomi terus mewarnai media massa di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat. Namun lebih banyak yang optimis, bahwa situasi ini hanya situasi sementara akibat bergesernya keseimbangan ekonomi global. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Barat, Marsianus adalah salah satu yang meyakini ekonomi baik-baik saja. Menurutnya, ekonomi kita ditopang oleh sektor UMKM yang terbukti tahan banting.

Banyak yang bilang ekonomi Kalbar sedang tidak baik, karena komoditas ekspor utama harganya sedang lesu? Apa sudah menjalar ke sektor UMKM? “Ya, memang sekarang ekonomi dunia sedang bergejolak. China juga mengurangi impor komoditas kita, sehingga harga karet dan sawit jatuh. Tetapi kalau dikatakan krisis, saya rasa belum. Kalau pun ada tanda krisis, maka yang terakhir terkena dampaknya adalah sektor UMKM,” ungkap dia.

Kendati demikian pihaknya tetap akan melakukan pengawasan dan pembinaan. Dia juga mengimbau para pengusaha UMKM untuk mengatur keuangan dengan ketat. Menurutnya, kondisi ekonomi yang masih baik-baik saja seperti ini bukan berarti membuat para pelaku UMKM bisa berleha-leha. Harus ada penghematan di saat seperti ini.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Kalimantan Barat Indonesia Nedy Achmad menyebut, sektor UMKM adalah lini bisnis yang paling gampang untuk digeluti. Hampir semua orang bisa terjun ke usaha ini. “Para pengusaha besar kebanyakan berawal dari usaha yang kecil. Ya UMKM ini. Jadi untuk memulai usaha memang sebaiknya dari UMKM,” ujarnya.

Menurut dia, ada tiga sektor usaha dengan modal menengah ke bawah yang akan bersinar di tahun monyet api ini. Usaha tersebut adalah pertanian, perdagangan retail, dan sektor usaha kreatif. Kecenderungan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang terus meningkat membuat peluang para pengusaha lokal untuk memulai bisnis di sektor pertanian, terutama komoditas pangan. Terlebih selama ini Kalbar banyak memasok komoditas pangan dari negara lain dan Pulau Jawa. “Kita masih impor padi, kedelai dan jagung. Dolar yang tinggi membuat barang pangan impor itu akan ikut terdongkrak harganya. Artinya ada peluang bagi petani lokal untuk mendapatkan pasar lokal, bahkan domestik. Mungkin padi dan tanaman pangan lain bisa dilirik. Apalagi Kalbar punya keunggulan lahan yang masih sangat luas,” ungkap dia.

Sementara itu perdagangan retail sulit untuk bisa surut. Jual beli kebutuhan dasar masyarakat, kata Nedy, bagaimanapun akan tetap berjalan. “Menjual pakaian, barang kebutuhan dapur, panganan olahan dan kebutuhan dasar tidak akan sepi, walaupun persaingannya semakin banyak. Ini mengatasi persaingan ini dibutuhkan kreativitas dan inovasi,” kata dia.

Sektor yang paling hot, dengan modal kecil, selanjutnya adalah ekonomi kreatif. Industri kreatif tersebut mencakup  jasa dan perdagangan. Menurut dia, ekonomi kreatif ini sangat cocok dilangsungkan oleh anak muda, walaupun kaum berumur juga berpeluang untuk sukses di bidang ini. Contoh industri kreatif adalah; kepariwisataan, advertising, dokumentasi, event organizer, online shop, dan lain-lain. Lebih-lebih infrastruktur untuk industri kreatif sangat terbuka untuk diakses oleh siapa saja. “Untuk mencari ide-ide dalam industri kreatif, tentu harus bersaing dalam hal inovasi dan kreativitas. Ide-ide ini banyak bertaburan di internet. Apalagi saat ini akses internet sudah semakin luas dan cepat. Mungkin yang patut dicoba adalah jual beli online yang kini marak dijalankan di luar, tetapi di Kalbar masih sedikit,” pungkasnya. *

Berita Terkait