Umat Katolik Gelar Ibadat Jumat Agung

Umat Katolik Gelar Ibadat Jumat Agung

  Sabtu, 26 March 2016 11:24
PENYEMBAHAN SALIB : Umat sedang melakukan penyembahan serta mencium salib di Gereja Katolik Keluarga Kudus Kota Baru Jalan Sutan Syahrir, Jumat (25/3). Penyembahan salib ini menjadi salah satu acara saat ibadat Jumat Agung. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Ibadat Jumat Agung di Gereja Katolik Keluarga Kudus Kota Baru, Pontianak pada Jumat (25/3) digelar dua kali, yakni pukul 13.00 dan pukul 16.00. Pada pagi hari, pukul 07.30 digelar jalan salib, untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus.

Umat sudah memasuki gereja sejak pukul 12.00 untuk mengikuti ibadat Jumat Agung yang pertama, pukul 13.00. Gereja berkapasitas ribuan orang itu tak bisa menampung jumlah umat yang datang. Panitia Paskah 2016 mendirikan tenda di halaman gereja untuk menampung sebagian umat lainnya. Sejumlah anggota kepolisian berjaga di luar gereja untuk memastikan keamanan umat mengikuti ibadat.

Ibadat dipimpin Pastor Astanto Adi CM. Ada tiga bagian dalam ibadat Jumat Agung, yakni ibadat sabda yang dilakukan untuk menghidupkan iman atas kekuatan wafat Yesus; penghormatan salib yang dimaksudkan untuk memusatkan perhatian pada salib sebagai sumber kebahagiaan; dan komuni yang dilakukan untuk memberi kesempatan memetik buah salib.

Kisah sengsara Yesus dinyanyikan secara bergiliran oleh petugas dan pastor pemimpin ibadat. Umat mengikuti dengan hikmat. Kisah sengsara diambil dari Injil Yohanes 18:1-19:42. Pada beberapa bagian diselingi dengan nyanyi oleh kelompok paduan suara.

Dalam homili singkatnya, Astanto mengutip beberapa perikop kitab suci yang telah dibacakan. Astanto mengatakan, umat diajak seperti melihat Yesus yang disalib, tetapi kalau dilihat penjelasan, hal itu dilakukan karena penderitaan manusia.

"Yesus menderita karena sengsara kita. Derita kita yang dipikulnya. Yang pantas dihina itu bukan Yesus, tapi kita sendirilah yang pantas menerimanya," kata Astanto.

Ia melanjutkan, meskipun Yesus menderita, disiksa, tetapi tetap setia kepada Bapa-Nya. Ia setia memikul salib sebagai bentuk penebusan dosa manusia. "Peristiwa hari ini mengajak kita mempererat iman kita terhadap Yesus,” katanya.

Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota. Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat.

Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit. (*/mnk)

Berita Terkait