Ujian Berat Buat Jonatan

Ujian Berat Buat Jonatan

  Kamis, 14 April 2016 09:12
Jonatan Christie

Berita Terkait

SINGAPURA – Jonatan Christie tengah diuji kematangannya sebagai pebulu tangkis masa depan Indonesia di sektor tunggal putra. Setelah sukses mengandaskan Zulfadli Zulkiffli (Malaysia) straight game langsung 21-14, 21-16 di babak pertama Singapore Open Superseries kemarin (13/4) di Singapura, hari ini (14/4) dia akan mengadapi lawan super berat, yakni Lin Dan.

Di tahun ini untuk turnamen besar selevel superseries premier, Jonatan terhitung sudah dua kali berhadapan dengan pebulu tangkis unggulan. Di All England (8/3) dia bertemu Kento Momota di babak pertama. Meski mampu mengungguli Momota di game pertama, dua game berikutnya, terutama di game pamungkas, Jonatan tak mampu berkutik.

Begitu pula saat Jonatan menghadapi Chen Long di Malaysia Open kemarin (5/4). Di game pertama dia mampu memecundangi Chen Long. Betapa tidak? Jonatan hanya menyisakan delapan poin untuk Chen Long. 

Di game kedua Jonatan sejatinya hampir memenangkan partai semfinal tersebut. Sayangnya saat leading 19-16, Jonatan bermain terburu-buru dan beberapa kali melakukan kesalahan. Alhasil Chen Long tak menyiakan kesempatan tersebut. Akhirnya pebulu tangkis peringkat satu dunia tersebut mampu menutup game kedua dengan kemenangan 21-19. Di game ketiga, giliran Jonatan yang dihajar Chen Long 21-14.

Jika dilihat dari grafik penampilannya tahun ini, Jonatan memiliki performa yang cukup baik. Dia memulai musim ini di Malaysia Masters (grand prix gold) dan bertahan di babak kedua setelah disingkirkan Kidambi Srikanth (India). Di Syed Modi International Badminton Championship, India (grand prix gold) dan New Zealand Open (grand prix gold), dia mampu bertahan hingga perempat final.

Setidaknya itulah yang bisa dijadikan pegangan bagi Jonatan untuk bertanding melawan Lin Dan hari ini. Karena dirinya tak pernah sekalipun berhadapan dengan “Super Dan” sebelumnya di event resmi BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia). Sedangkan grafik permainan Lin Dan sendiri bisa dibilang sedang menurun di dua kejuaraan terakhir, yakni di India Open dan Malaysia Open. 

Di India Open Lin Dan hanya mampu bertahan hingga babak kedua setelah dikalahkan Son Wan-ho. Sedangkan di Malaysia Open dia harus tersingkir di babak perempat final setelah dibantai habis oleh Jan O. Jorgensen di game kedua. Saat itu, Lin Dan hanya diberi empat poin oleh Jorgensen.

Menurut Hendry Saputra, pelatih kepala tunggal putra pelatnas PBSI, Jonatan sejauh ini telah menunjukan performa terbaiknya. Terutama di Malaysia Open kemarin. Itu merupakan capaian terbaiknya dengan menembus babak semifinal di turnamen selevel superseries premier. 

Hendry mengatakan saat ini Jonatan sudah mengantongi satu modal penting untuk menghadapi Lin Dan. Yakni kepercayaan dirinya yang sedang tinggi. Namun Hendry juga terus mengingatkan Jonatan untuk tidak cepat puas dan terus mengembangkan permainannya di setiap pertandingan. “Pertandingan besok (hari ini) sangat penting buat Jonatan, dia mesti ada satu pengalaman yang membuatnya memiliki mental juara,” kata Hendry.

Hendry pun menambahkan, dalam hal mental bertanding mungkin saat ini Jonatan sudah memilikinya. Namun dari segi teknis permainan tetap harus ada yang dibenahi dari performa Jonatan. Tepatnya dalam hal finishing touch. “Nah, di finishing touch, memang tipis sekali bedanya antara peranan teknik dan mental sebagai hal yang utama, namun dalam hal teknis tetap harus disiapkan supaya dia siap teknik dan mental sekaligus,” ujar Hendry.

Hal senada disampaikan pula oleh Achmad Budiharto selaku Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI. Menurutnya penampilan Jonatan di tahun ini cukup menjanjikan. Terutama saat di Malaysia Open kemarin. “Dia mampu mencapai semifinal dari mulai babak kualifikasi, itu capaian yang bagus dan itu menunjukan dia punya ketahanan mental dan fisik yang tinggi,” ujar Budi. (mat)

Berita Terkait