Udara Pontianak Tidak Sehat

Udara Pontianak Tidak Sehat

  Selasa, 27 Oktober 2015 09:18
SHANDO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK –  Meski hujan sudah turun di sejumlah tempat, namun kualitas udara di Pontianak dak Kubu Raya belum beranjak baik. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Supadio Pontianak, udara di Pontianak dan Kubu Raya masuk dalam kategori tidak sehat dan berbahaya.

”Sejak hari Minggu hingga Senin, kualitas udara masuk kategori berbahaya dan tidak sehat,” ungkap Sutikno, Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Senin (26/10).

Menurut Sutikno, berdasarkan rilis data BMKG, kualitas udara di kota ini masuk kategori merah alias tidak sehat. Kondisi ini mulai terjadi dari pukul 09.00 sampai 16.00 Senin (26/10) kemarin.

”Hari ini (kemarin) kategori kualitas udara tidak sehat. Kami belum merilis sampai dalam tahapan bahaya. Sebab pengukurannya masih berlangsung,” ucap dia.

Hanya, lanjutnya, kualitas udara sempat masuk kategori berbahaya alias di atas merah pada hari Minggu (25/10).

      Buruknya kualitas udara di Kalbar ternyata berbanding terbalik dengan data titik panas. Dari data terbaru diketahui titik panas di Kalbar hanya sembilan. Kabupaten Ketapang belum beralih sebagai daerah penyumbang titik panas terbanyak.

Titik panas pada 25 Oktober dan diupdate pada 26 Oktober 2015 terpantau 11 titik api yang terkonsentrasi di Kabupaten Ketapang.

Jumlah ini sangat jauh berkurang dibandingkan beberapa waktu sebelumnya, dimana pernah tercatat sebanyak 442 titik panas di kawasan ini. Meskipun jumlah titik panasnya sedikit, tetapi kabut asap tetap tebal. Kemungkinan kabut tersebut adalah kiriman dari provinsi tetangga.

Pekatnya udara di Kalbar berimbas terhadap jarak pandang (visibility). Data jarak pandang di Bandara Supadio Pontianak hanya 300 meter pada pukul 06.00 kemarin. Jarak pandang tersebut paling pendek dibanding sebelumnya. Beruntung pada pukul 07.00 jarak pandang membaik menjadi 600 meter.

”Untuk sore hari ini di Supadio sempat menyentuh 900 meter dan pelan-pelan membaik menjadi 2.000 meter,” jelasnya.

Menurunnya jarak pandang mengganggu penerbangan di Bandara Supadio Pontianak. General Manager PT Angkasa Pura II Supadio Bayuh Iswantoro mengungkapkan, tidak sedikit pesawat yang harus menunda jadwal terbang dan mendarat lantaran jarak pandang pilot yang masih terbatas.

Menurut data penerbangan kemarin dari pukul 06.00 hingga 17.30, untuk jadwal kedatangan ada delapan penerbangan yang melakukan penghentian penerbangan sementara (noops), empat penerbangan batal dan 17 penerbangan mengalami delay.

Kemudian untuk jadwal keberangkatan ada sembilan penerbangan noops, tiga penerbangan batal dan sembilan penerbangan yang delay.

Pekatnya kabut asap diharapkan semakin berkurang setelah hujan yang diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Menurut data BMKG, peluang terjadinya hujan masih tetap terbuka.

Seperti kemarin, sebagian wilayah Kubu Raya diterpa hujan. Mulai dari Kecamatan Kubu, Rasau Jaya, Teluk Pakedai kemudian di Sungai Kakap.

Di Kota Pontianak sempat sebentar di daerah hujan. Untuk wilayah lainnya seperti Mempawah, Jungkat, Anjungan, juga didera hujan lebat.

Di wilayah Ketapang sebagai penyumbang titik panas juga didera hujan. Hanya masih belum banyak hujan. Beberapa hari ke depan diperkirakan ada hujan hampir semua di wilayah Ketapang dan sekitarnya. (den/bar)

Berita Terkait