UBS Gold Dance Competition Terapkan Roadshow

UBS Gold Dance Competition Terapkan Roadshow

  Kamis, 14 September 2017 09:55
BARU: Peraturan UBS Gold Dance Competition terbaru sedang dijelaskan oleh panitia. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Ada yang berbeda dengan UBS Gold Dance Competition di ajang Honda DBL West Kalimantan Series 2017. Panitia ingin menerapkan regulasi baru agar dance tingkat SMA ini berjalan dengan baik.

Event Supervisor PT DBL Indonesia Yusak Harold mengatakan dance tahun ini ada dua roadshow yang akan dilangsungkan di dua sekolah yang ada di Pontianak. “Jadi tahun ini Dance ada 16 tim, 16 tim yang bertanding akan dicari 3 terbaik yang sudah pasti masuk ke 10  besar,” katanya.  

Selain itu, menurutnya tahun ini hadiahnya juga berbeda. Para pemenang dance yang terpilih dari 25 kota akan berangkat ke Hongkong dan kepala sekolahnya juga akan ikut serta. 

“Pemenang di sini akan kita cari dulu, juara satu Pontianak akan tampil dengan 24 kota lainnya, karena penyelenggara DBL ada di 25 kota termasuk di Pontianak. Dipilih penilaiannya vote 20 persen, 80 persen juri,” katanya. 

Yusak juga menegaskan kepada para peserta bahwa pemakaian properti itu hanya menunjang. “Kita tidak menilai dari properti, biasanya membawa sampai rumah-rumah di bawa tu, tidak perlu jadi gerakan yang simple, menghibur dan juga cukup cheer menghibur penonton,” terangnya. 

Menurutnya DBL tahun ini mengalami perbedaan karena yang akan dihibur para dance itu bukan hanya juri, namun penonton juga akan dihibur. “Kemudian yang uniknya gerakan dance bisa kita ekplore lagi ketika teman-teman ikut kompetisi DBL ini dan penilaiannya 50 persen koreografi, 35 persen kreatifitas, dan 15 persen kostum,” terangnya.  

Menurutnya ada beberapa gerakan yang dianggap bahaya yang harus dilarang. Yusak menegaskan bahwa gerakan yang membahayakan tidak akan diperbolehkan terutama gerakan tiga tingkat.

 “Contoh cheer leader, di lempar-lempar takut jatuh. Soalnya sudah ada kejadian. Oleh panitia dari pada membuat marah orang tua lebih baik kita amankan dari sisi regulasi,” katanya.

Regulasi ini bermaksud, katanya, untuk menjaga keselamatan dan gerakan para dancer tidak menimbulkan kerugian bagi dirinya sendiri sehingga para dancer tidak mengalami resiko yang berbahaya.   

Dance tahun ini diikuti 16 tim dari sekolah-sekolah yang ada di Pontianak. Sebanyak 8 tim akan tampil pada tanggal 14 september di SMA 7 Pontianak, dan sisa berikutnya pada 18 September. (gef)

Berita Terkait