Uang OMK Buat Judi Online, Lapor Polisi Ngaku Dirampok

Uang OMK Buat Judi Online, Lapor Polisi Ngaku Dirampok

  Jumat, 12 February 2016 08:30

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Warga Putussibau dikejutkan kabar Ast (24) anak pimpinan cabang salah satu bank di Putussibau dirampok saat membawa uang milik Orang Muda Katolik (OMK), senilai Rp 30 juta, Selasa (9/2) pukul 23.00 Wib dan dilapor kekepolisian Rabu (10/2). Jajaran Polres Kapuas Hulu langsung bergerak cepat atas laporan perampokan yang kemudian diketahui itu hanya siasat dari pelaku saja.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK yang di dampingi Kasat reskrim Polres Kapuas Hulu Iptu Charles Berto Nicholas Karimar, Kamis (11/2) mengatakan. Sebelumnya Ast membuat laporan polisi yang mengatakan telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (perampokan) Selasa (09/02) pukul 23.00 wib terhadap dirinya di Jalan A. Dogom Kelurahan Hilir Kantor Putussibau Utara.

Setelah diperiksa intensif oleh penyidik dengan mencocokan bukti serta pengakuan tersangka saat mepelapor, akhirnya Ast mengakui laporan polisi yang ia buat pada Rabu (10/02) itu hanya alibi saja.“Ast mengakui ia telah membuat pelaporan palsu dan menggunakan uang itu untuk judi online. Uang yang digelapkan tersangka itu merupakan uang milik OMK senilai Rp 30 juta,” terang Sudarmin.

 Dijelaskan Sudarmin uang Rp 30 juta itu  Rp 24 juta sudah digunakan untuk judi online, itu dibuktikan dengan adanya transferan. Terungkapnya laporan perampokan palsu itu setelah penyidik mendalami keterangan dari tersangka.“Saya memilihat laporan Ast ada kejanggalan, untuk itu saya perintahkan Kasat Reskrim untuk lakukan pengecekan ketempat kejadian dan rumah tersangka,” tutur Sudarmin.Kapolres menjelaskan, tersangka mengaku di bagian punggung belakangnya ditebas bukan dibacok dari belakang.

“Saya perintahkan Kasat Reskrim untuk melihat ada tidak bekas tebasan seperti yang diperkirakan. Kalau ada dilakukan pengecekan sesuai tidak sobekan itu dengan keterangan dia yang mengatakan ditebas. Ternyata tidak sesuai antara sobekan baju dengan keterangannya," terangnya.Kejanggalan lain, sambung Sudarmin, yang bersangkutan menyerahkan uang malam hari. Pada reka rekonstruksi yang bersangkutan menyatakan kebohongan dan tidak sesuai dengan fakta.

"Pelapor memberikan laporan palsu, kasusnya tetap kami proses," terangnya. Kapolres juga menegaskan akan mendalami keberadaan judi online tersebut karena penggelapan uang OKM berawal dari judi online. “Untuk laporan palsu, tersangka diancam hukuman satu tahun enam bulan penjara, penggelapan uang pidana 4 tahun penjara dan judi online penjara 5 tahun keatas,” jelas Kapolres.

Sementara itu, Pastor Konradus Hancu, mengatakan uang Rp 30 juta itu sebenarnya mau digunakan untuk membeli kursi.“Uang itu merupakan sisa penggunaan saat perayaan natal yang dikelola oleh OMK,” paparnya. Karena kursi belum datang, sambung Pastor, maka Ast dipercaya memegang uang OMK. “Saya sudah ingatkan uang itu jangan dibawa kemana-mana," katanya. Menurutnya, keperibadian Ast sangat baik. Ast juga selalu semangat dalam setiap kegiatan, karenanya ia tak menyangka yang bersangkutan bisa berbuat demikian."Uang itu tidak seberapa dibandingkan pengabdiannya selama ini,” ucapnya.(aan)

Berita Terkait