Uang Elektronik Percepat Transaksi, Aman, Mudah dan Cepat

Uang Elektronik Percepat Transaksi, Aman, Mudah dan Cepat

  Senin, 27 November 2017 10:16
SAMBUTAN: Wakil Walikota Pontianak Edy Rusdi Kamtono membuka acara.FOTO HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 

PONTIANAK - Kota Pontianak menjadi contoh program pembelian BBM Nontunai di SPBU. Kerjasama Pemerintah Kota Pontianak, BI Kalbar dan Pertamina ini akan berlangsung 1 Januari 2018 mendatang. Sosialisasi Pontianak Go Cashless berlangsung Minggu (26/11) pagi di Halaman SD Negeri 10 Parit Pekong, Siantan Tengah, Pontianak Utara. Kegiatan ini sekaligus mengedukasi masyarakat untuk migrasi penggunaan gas melon 3 Kg ke Bright Gas 5,5 Kg.

Branch Manager Marketing Kalbarteng Teuku Johan Miftah dalam kesempatan itu menjelaskan manfaat penggunaan uang elektronik. “Uang elektronik sebagai pengganti uang tunai untuk transaksi pembayaran sangat aman, mudah dan cepat,” kata Teuku Johan. 

Sebelum memulai penjelasan, dia terlebih dahulu meminta tiga perwakilan anak SMP untuk naik di atas panggung. “Apakah Anda tahu Pontianak Go Cashless,” tanya Teuko Johan. Satu diantara tiga anak pun menjawab; “Belanja non tunai atau dengan uang elektronik,” ujarnya. 

Jawaban ini dibenarkan Teuku Johan. Dia pun memberikan bingkisan hadiah.

Dihadapan sekitar 250 warga yang memenuhi halaman sekolah ini, Teuku Johan menjelaskan, mengapa uang elektronik bisa mempercepat proses pembayaran. “Cukup dengan tapping ke mesin EDC proses pembayaran sudah selesai. Tak ada lagi istilah kembalian uang,” jelasnya.

Penggunannya tidak ribet. Syarat utama adalah memiliki saldo dalam uang elektronik. Pembelian dan top up-nya sangat mudah. Bisa di kantor bank, ATM, SPBU, Indomart atau Alfamart, internet banking dan mobile banking (aplikasi handphone).

“Minimal top up Rp1, sedangkan maksimal saldo Rp1.000.000,” tambah Teuku Johan. Uang elektronik ini kelak tidak saja digunakan di SPBU tapi juga dapat dipakai untuk pembayaran tol, transportasi umum dan toko-toko.

“Bagaimana kalau uang elektroniknya hilang sedangkan saldonya masih ada. Apakah bisa diblokir?” tanya seorang warga. Johan menjelaskan uang elektronik sama seperti uang biasa. Ketika uang elektronik hilang, tidak bisa diblokir dan dan tidak bisa ditarik kembali. “Jadi sama seperti uang, kalau hilang ya hilang.” katanya.

Sosialisasi ini sangat menarik. Warga begitu antusias menerima penjelasan. “Apakah dikenakan biaya saat kita menambah saldo? Apakah ada masa berlakunya?” tanya seorang bapak. 

Dijelaskan Teuku Johan, untuk top up atau penambahan saldo sama sekali tidak dikenakan biaya. Juga tidak ada batas akhir pemakaian kartu dan batas akhir pemakaian saldo. Selama setahun kartu tidak dipakai, maka isinya tidak akan berkurang. 

“Bagaimana dengan kami yang tidak memiliki rekening di bank,” tanya seorang ibu. Dipaparkan Teuko Johan uang elektronik bisa dimiliki tanpa harus memiliki rekening di bank. Penambahan saldo bisa ke toko modern atau langsung ke kantor bank. (iza)

Berita Terkait