Turunkan Kasus Kaki Gajah

Turunkan Kasus Kaki Gajah

  Jumat, 20 May 2016 09:53
KOORDINASI: Secara simbolis Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus membuka pertemuan advokasi, koordinasi dan sosialisasi pemberian obat pencegah massal filariasis. foto humas

Berita Terkait

KUBU RAYA— Mengingat besarnya masalah kesehatan dan dampak yang ditimbulkan  penyakit filariasis atau yang kerap disebut kaki gajah ini terhadap kehidupan pribadi, keluarga serta sosial ekonomi masyakat, membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Kesehatan kembali melakukan pertemuan advokasi dan sosialisasi pencegahan penyakit kaki gajah sekaligus membagikan obat pencegah massal bagi pemangku kepentingan  dan masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan pada Kamis (19/5) di Gardenia Hotel.

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus menilai pertemuan tersebut penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya pengobatan massal filariasis di Kabupaten Kubu Raya yang pada tahun ini telah memasuki tahap II.

“Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan pengertian, menampilkan hasil data dan angka kejadian filariasis dan memberikan sosialisasi tentang kegiatan pemberian obat massal filariasis yang tahun ini memasuki tahap II,” kata Hermanus, seraya menginginkan agar upaya pencegahan penyakit kaki gajah di Kubu Raya bisa maksimal dilakukan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Hermanus juga meminta kepada semua pihak khususnya petugas kesehatan di Puskesmas agar bekerja optimal meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk minum obat filariasis. “Pemahaman pentingnya minum obat harus menjadi perhatian semua pihak untuk itu tim dokter harus bekerja optimal dalam meningkatkan pencapaian program,” tambahnya.

 Untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama kader sebagai ujung tombak dan agen kesehatan di masyarakat agar gencar mengkampanyekan pentingnya minum obat masal filariasis untuk mencegah dan memutus rantai penularan filariasis.

“Kami mengimbau kepada seluruh kader agar dalam sisa waktu dua tahun ini dapat memaksimalkan perannya supaya lebih banyak masyarakat yang terbebas dari penyakit kaki gajah dan nantinya masyarakat  tidak perlu melakukan gerakan minum obat kembali selama lima tahun,” ungkapnya. 

Filariasis atau biasa dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit kaki gajah adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh cacing microfilaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. 

Sedikitnya ada 23 jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini sehingga siklus penularannya dari penderita yang sakit kepada orang yang sehat sangat cepat. Penyakit ini merupakan momok yang menakutkan di negara-negara tropis termasuk Indonesia karena nyamuk yang menularkan penyakit ini sangat cepat berkembang biak di daerah tropis yang memiliki iklim hangat dan basah.

Walaupun angka kematian akibat penyakit ganas menahun ini relatif rendah namun bekas yang ditimbulkannya sangat merugikan penderitanya karena dapat menyebabkan cacat seumur hidup sehingga mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas seseorang. Selain itu, ditemukannya satu penderita di lingkungan masyarakat akan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya karena penyakit ini dapat menular kepada semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, status sosial, pekerjaan dan sebagainya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani menyatakan dalam mengatasi persoalan kaki gajah, pada tahun 2015 pihaknya telah melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak untuk melatih kader kesehatan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di sembilan kecamatan Kubu Raya. “Pelatihan kader kesehatan tersebut saya nilai sangat membantu kami dalam mengatasi persoalan kaki gajah di Kubu Raya,” kata Berli.

Ditambahkan  Berli dengan dilatihnya para kader kesehatan POPM setidaknya ditargetkan bisa  meningkatkan sekitar 85 persen kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi obat pencegahan massal filaria bisa tercapai. “Saya optimistis jika semua masyarakat terutama  yang daerah tempat tinggalnya endemik kaki gajah bisa rutin minum obat pecegahan massal sekali dalam setahun dan dilakukan selama lima tahun berturut-turut, maka kasus filaria akan bisa ditekan secara optimal di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait