Turun ke Jalan, Doakan Kapuas Hulu

Turun ke Jalan, Doakan Kapuas Hulu

  Senin, 28 March 2016 09:23
DOA BERSAMA: Ratusan remaja Kristen di Kota Putussibau turun ke jalan serta melaksanakan prosesi doa bersama, dalam rangka memperingati hari wafatnya Kristus, Jumat (25/3) sore. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Memperingati hari wafatnya Yesus Kristus atau biasa dikenal dengan hari Paskah, 25 Maret lalu, ratusan remaja Kristen di Kota Putussibau turun ke jalan. Para pemuda Kristen ini melaksanakan doa bersama, agar pembangunan di Bumi Uncak Kapuas berjalan lancar. Mereka juga melontarkan harapan yang tidak kalah penting, yakni Kapuas Hulu selalu aman dan tertib, serta umat beragama selalu hidup rukun.

Kegiatan doa bersama dan jalan santai menelusuri jalan utama Kota Putussibau tersebut, dimotori Gereja Pentakosta Indonesia Jemaat Karmel Putussibau. Mereka melibatkan 300-an umat Kristen, untuk menyukseskan acara tersebut. "Hari ini kami memperingati wafat Yesus Kristus. Jadi kami melakukan doa bersama untuk Kota Putussibau,” terang Kezia, salah seorang remaja Kristen yang mengikuti kegiatan doa bersama, Jumat (25/3) sore tersebut.

Mereka juga berhenti di dekat kompleks pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu. Di sana mereka mendoakan agar pemerintahan di Kapuas Hulu bisa berjalan baik. Kegiatan konvoi dan doa itu dimulai dari daerah Kedamin hingga ke Tugu Pancasila. "Kami juga hendak menyampaikan bahwa memaknai wafat Yesus Kristus harus dari dalam diri sendiri. Berbagi kasih untuk sesama," papar Kezia.

Selain konvoi, Kezia juga memastikan jika kegiatan tersebut akan berlanjut hingga menyambut Hari Raya Paskah atau kebangkitan Kristus. Dirinya bahkan sengaja datang dari Jakarta untuk mengikuti kegiatan ini.

Sementara itu, tokoh agama Gereja Pentakosta Indonesia Jemaat Karmel Putussibau, Pdt Servi Mamesa, berharap agar kegiatan konvoi dan doa bersama ini memberi arti positif. Sebab, dia menambahkan, tujuannya untuk memuliakan Tuhan.

“Kegiatan ini membuat remaja-remaja lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekarang ini banyak yang mengancam remaja kita, seperti pergaulan bebas, narkoba. Dengan kegiatan ini, remaja akan lebih mendekatkan diri pada Tuhan," kata Servi. Menurutnya, pembinaan rohani kepada remaja mesti dilakukan sejak dini, agar remaja miliki benteng yang kuat dari nilai-nilai agama.(aan)

Berita Terkait