Turis Prancis Kepincut Pemandangan dari Kereta Api

Turis Prancis Kepincut Pemandangan dari Kereta Api

  Senin, 5 September 2016 09:30
PENGGAGAS: Para mahasiswa UMM bersama Wali Kota Malang Abah Anton dan Steven A. Sugiharto berpose di Gang Kelinci. Foto kanan, pemandangan Kampung Jodipan dari Jembatan Embong Brantas. DOLLY SIREGAR/JAWA POS RADAR MALANG

Berita Terkait

Warna-warni Kampung Jodipan, Destinasi Wisata yang Sebelumnya Kumuh

Hanya dalam dua bulan, Kampung Jodipan di Kota Malang, Jawa Timur, berubah menjadi kampung molek. Penuh gambar warna-warni. Itulah hasil kreasi delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang menyulap kawasan kumuh itu menjadi surga wisata. 

TAUFIQURRAHMAN, Malang

KALAU mentari sudah merambat naik, warna-warni Jodipan jadi tampak jelas. Itu juga pertanda bagi warga untuk melakukan aktivitas baru mereka. Kios-kios dibuka. Para tukang parkir mulai bersiap di pinggir jalan. Ibu-ibu menggelar dagangan persis di halaman rumah mereka. Semakin siang, pengunjung akan semakin ramai berdatangan. Sehari bisa sampai 600 orang mengunjungi Jodipan.   

Geliat aktivitas anyar itu juga dirasakan Herlinaning, warga RT 7 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dia sudah siap bertugas sedari pagi. Yakni, menunggui ’’loket” pengunjung kampungnya. Jangan bayangkan loket itu sebagai ruang kaca dengan lubang kecil tempat mengulurkan tiket dan duit. Loket itu kadang hanya berwujud dingklik (kursi, Red) plastik di mulut gang. Harga tiketnya juga murah meriah. Cuma dua ribu perak.

Di situ, Herlinaning bisa duduk seharian. Mulai pukul 06.00 sampai 15.00. ’’Sebelumnya saya nganggur di rumah,” katanya, Rabu (31/8).   

Ada apa dengan Jodipan? Mampirlah ke Kota Malang. Lalu melintaslah di Jalan

Gatot Subroto. Jalan itu membentang dari arah utara ke selatan, persis di atas Kali Brantas yang melintang dari barat ke timur. Orang Malang menyebutnya sebagai Jembatan Embong Brantas. Kadang disebut juga Buk Gluduk.

Nah, pemandangan elok itu akan langsung menyembul di sisi timur jembatan. Nun jauh di bawah, pada lereng yang menjadi bantaran kali. Terlihat hamparan warna-warni pada petak-petak rumah yang bersusun. Tembok, atap, jalanan gang, kandang ayam, tiang jemuran, sampai karung-karung penahan banjir, semua dicat. Warna-warni. Bak pelangi.

Jodipan juga bisa disaksikan tatkala Anda naik kereta jurusan Malang-Blitar. Beberapa saat setelah keluar dari Stasiun Malang Kotabaru, kereta akan melintas pada sebuah jembatan rel.

Kampung Jodipan akan terlihat jelas belasan meter di bawah kaki Anda. Mirip seperti Favela Santa Marta di Rio de Janiero, Brasil. Atau kota-kota Clinque Terre di tebing pantai Riviera, Italia. Bikin kepincut orang yang melihat.

Rasa itulah yang dialami Guillame Gesippe dan Isabelle Forner. Pasangan turis berkebangsaan Prancis itu jatuh cinta pada pandangan pertama pada Jodipan. Yaitu saat kereta yang mereka tumpangi melintas di atas jembatan Sungai Brantas. Penasaran, mereka pun turun untuk melihat lebih dekat kampung elok itu.

Berita Terkait