Tunggu Perwakilan, Aset Gafatar Tetap Dikembalikan

Tunggu Perwakilan, Aset Gafatar Tetap Dikembalikan

  Minggu, 14 February 2016 08:44
ASET GAFATAR: Aset milik kelompok Gafatar yang disimpan di Gedung Bulutangkis Akcaya Kompleks Kantor Bupati Mempawah, saat ditinjau Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana, belum lama ini. WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah memastikan aset kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih tersimpan dengan aman. Pemerintah daerah pun masih menunggu perwakilan dari organisasi yang telah divonis sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut, untuk mengurus pengembalian aset mereka.

“Semua aset milik Gafatar yang ada di Kabupaten Mempawah sudah diamankan. Semuanya masih tersimpan dengan baik,” kata Bupati Mempawah Ria Norsan, kemarin.

Bupati menyebut berbagai aset yang diamankan pemerintah daerah tersebut berasal dari beberapa lokasi yang menjadi tempat hunian kelompok Gafatar. Seperti, disebutkan dia, pemukiman di Dusun Moton Desa Antibar, Desa Pasir, serta puluhan rumah sewaan yang ada di Kota Mempawah dan sekitarnya.

“Untuk aset lahan ada 46 hektare di Dusun Moton dan 16 hektare di Desa Pasir. Sedangkan aset berupa kendaraan roda dua sebanyak 92 unit, roda empat empat unit, aset berupa ternak sapi sebanyak enam ekor, serta ratusan jenis perabot rumah tangga,” papar Norsan.

Terkait aset lahan, Bupati menyebut merupakan hak milik yang dibeli dari masyarakat. Dokumen kepemilikan tanah tersebut, diungkapkan dia, mulai dari Surat Keterngan Tanah (SKT) hingga sertifikat. Berkenaan dengan aset lahan, pemerintah daerah pun, dipastikan Bupati, telah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

“Aset-aset tersebut pasti kita lindungi dengan baik. Kami pun sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan agar aset dalam keadaan aman dan tetap terjaga dengan utuh,” tukasnya.

Lebih jauh, Bupati mengaku saat ini Pemerintah Kabupaten Mempawah masih menunggu perwakilan dari kelompok Gafatar untuk mengurus proses pemulangan aset tersebut. Jika semuanya sudah jelas, maka, dipastikan dia, pemerintah daerah akan membantu dalam mempermudah kepulangan aset.

“Dengan catatan, perwakilan yang datang dapat membuktikan kalau yang bersangkutan benar-benar mewakili kelompok Gafatar yang memiliki aset di Kabupaten Mempawah. Minimal bisa menunjukan surat resmi yang nantinya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegasnya.

Dari pantauan koran ini di lapangan, aset berupa barang  milik kelompok Gafatar tersimpan di beberapa tempat. Seperti aset kendaraan diamankan di Mapolres Mempawah. Sedangkan aset barang berupa perabotan rumah tangga tersimpan di Gedung Bulutangkis Akcaya Kompleks Kantor Bupati Mempawah. (wah)

 

Berita Terkait