Tumpukan Pipa Terbakar, Diduga Sabotase Proyek

Tumpukan Pipa Terbakar, Diduga Sabotase Proyek

  Senin, 23 May 2016 09:30
KOBARAN API: Kobaran api menghanguskan ratusan pipa yang ditumpuk di pinggir jalan Provinsi Ketapang-Sukadana persis di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Minggu (22/5). BPBD For Pontianak Post.

Berita Terkait

SUKADANA- Ratusan tumpukan pipa air bersih di pinggir jalan provinsi Sukadana - Ketapang tepatnya di depan Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, kecamatan Sukadana ludes terbakar, Minggu (22/5) sekitar 00.30 dini hari. Akibat kejadian ini, kerugian perusahaan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi warga setempat, api tiba-tiba saja muncul dari lokasi tengah tumpukan pipa yang jaraknya sekitar 30 meter dari pinggir jalan. Api pertama kali dilihat oleh pemotor yang melaju dari arah Ketapang ke Sukadana. Melihat api menyala di tumpukan pipa, pemotor membangunkan warga sekitar. 

Selanjutnya, warga pun mencoba memadamkan api. Namun api sudah membesar. Jilatan api yang membesar memutuskan jaringan kabel PLN. Listrik pun padam total. Warga kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara. 

Kepala BPBD Kayong Utara, Triyanto beserta para personilnya dengan dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berusaha memadamkan api yang terus melahap tumpukan pipa yang berukuran besar tersebut.

“Ada warga yang menghubungi pukul 00.30 WIB. Dia bilang ada kebakaran. Ketika kami sampai api sudah membesar. Paling utama kami menyelamatkan rumah warga yang tak jauh dari lokasi. Api baru bisa dipadamkan 03.00,” kata Triyanto.

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Namun dirinya tidak yakin jika terjadi kebaran tersebut disebabkan oleh faktor alam.  

“Saat ini daerah kita masih sering hujan. Bahkan di Sukadana ketika saya turun tadi juga hujan. Apalagi, di lokasi tumpukan pipa ini tanahnya cukup lembab dan tidak ada gambut, jadi sangt mustahil kalau kebakaran ini disebabkan oleh alam,” ujarnya.

Triyanto menduga, jika kebakaran ini terjadi karena ada unsur kesengajaan. Sekalipun, ia tidak berani memastikan. 

“Kalau menurut saya ini ada sabotase dan sebaiknya kita serahkan ke aparat hukum yang menangani,” pungkasnya.

Sejumlah pipa ditumpuk oleh salah satu perusahaan yang memenangi tender di Kemenpera dan PU. Proyek yang diawasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I ini menelan anggaran sekitar Rp37 miliar. Sebab, pipa yang ukuran panjangnya 6 meter itu diperuntukan untuk pembangunan sarana air bersih Sungai Buluh, memenuhi kebutuhan akan air bersih bagi sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kayong Utara. (dan)

Berita Terkait