Tulis Buku Sejarah Kubu Raya

Tulis Buku Sejarah Kubu Raya

  Jumat, 7 Oktober 2016 09:30
FOTO BERSAMA: Bupati Kubu Raya, Rusman Ali foto bersama Mantan Bupati Kabupaten Pontianak, Agus Salim, tim pemekaran Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya usai menghadiri seminar sehari penulisan buku sejarah pembentukan dan pembangunan Kubu Raya.

Berita Terkait

KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendorong penulisan buku sejarah pembentukan dan  pembangunan Kubu Raya yang digagas tim pemekaran Kubu Raya bersama sejumlah pihak terkait. 

“Saya merasa bangga dan sangat berterimakasih atas niat baik dari tim pemekaran Kubu Raya dan pihak terkait lainnya yang berusaha dengan gigih membuat buku tentang sejarah pembentukan dan pembangunan Kubu Raya,” kata Bupati Kubu Raya, Rusman Ali usai menghadiri seminar sehari penulisan buku sejarah pembentukan dan pembangunan Kubu Raya, di Gardenia Resort and Spa, Kamis (6/10).  

Agar  masyarakat dan generasi muda di Kubu Raya mengetahui isi dari buku tersebut, Rusman Ali berencana akan menyisipkan buku tersebut disetiap sekolah di Kubu Raya. “Harapan saya, ke depan buku sejarah ini juga bisa disebar disetiap sekolah Kubu Raya mulai dari tingkat SD hingga SMA sehingga generasi muda kita tahu mengenai sejarah perjuangan pembentukan Kubu Raya,” ucap Rusman Ali.  

Orang nomor satu di Pemerintahan Kubu Raya ini menilai Kubu Raya tidak mungkin bisa lebih maju seperti saat ini jika tidak ada andil dari tim penggagas pemekaran Kubu Raya. “Makanya saya setuju, jika bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan jasa para pahlawannya,” terangnya, seraya berharap buku pembentukan dan pembangunan Kubu Raya tersebut bisa menjadi salah satu dokumen sejarah di Kubu Raya.

 Mantan Bupati Kabupaten Kabupaten Pontianak, Agus Salim yang turut hadir dalam seminar dan bedah buku tersebut mengaku senang dan bangga pada akhirnya ada inisiatif dan tindakan nyata dari sejumlah pihak untuk membuat buku mengenai sejarah Kubu Raya. 

Agus Salim menceritakan, sebelum dimekarkan, dia melihat dan merasakan cukup luasnya wilayah di Kubu Raya membuat pemerintahannya kala itu sedikit terkendala dalam mempercepat pembangunan. 

Contoh kecil, karena rentang jarak yang cukup jauh membuat pengurusan administrasi warga yang tinggal di desa-desa pesisir seperti di Batu Ampar, Teluk Pakedai dan sekitarnya harus memakan waktu dan biaya yang cukup besar karena harus ke Kabupaten Mempawah. 

Agus Salim juga memberikan apresiasi atas perjuangan tim pemekaran Kubu Raya, karena dia menilai dengan perjuangan tim pemekaran Kubu Raya saat ini secara bertahap hasil percepatan pembangunan sudah bisa dirasakan masyarakat Kubu Raya 

“Misalnya saja untuk mengurus administrasi kependudukan dan sejenisnya masyarakat desa, seperti di kawasan pesisir tidak perlu repot-repot lagi harus menempuh jarak jauh dan rentang kendali pemerintahan juga sudah semakin lebih dekat,” paparnya. 

Sementara itu, Plt Arpusda Cicilia Tri Agustina, mengatakan pembuatan buku sejarah pembentukan dan pembangunan Kubu Raya ini sebenarnya sudah sejak lama direncanakan. Namun mengalama jadwan pengunduran hingga akhirnya baru sekarang dapat terealisasi dengan baik.

"Intinya kita mengupayakan pembuatan buku ini sebagai leiteratur sejarah. Makanya sejak lama kita rencanakan namun karena ada pengunduruan baru sekarang terlaksana," ujarnya. (ash) 

Berita Terkait