Tularkan Semangat Peduli Konservasi

Tularkan Semangat Peduli Konservasi

  Minggu, 24 April 2016 10:38
/EVALUASI: Beberapa peserta sedang menjalani evaluasi usai mengamati keanekaragaman satwa yang ada di sekitar lokasi. Kegiatan ini adalah rangkaian acara Youth Camp Leadership di Deo Soli Jalan Lintas Timur, Melapi, km 5 Putussibau. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

FORINA Gelar Youth Camp Leadership

FORUM Orangutan Indonesia (FORINA) melakukan kampanye konservasi keanekaragaman hayati dan pendidikan lingkungan hidup. Kampanye tersebut digelar mereka dalam bentuk kegiatan youth camp leadership, yang diikuti setidaknya 91 siswa SMA se-Kabupaten Kapuas Hulu. 

Kegiatan youth camp leadership ini dilaksanakan di Aula Deo Soli Putussibau selama empat hari, 21 – 24 April. "Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengenalan keanekaragaman hayati dan apalikasi lingkungan hidup praktis, yang disertai dengan pendidikan karakter untuk siswa," ujar Arief Rifqi, direktur FORINA, kemarin.

Dijelaskan Arief, ada beberapa kegiatan dalam even ini. Di antaranya, disebutkan dia, Kapuas Hulu menginsipirasi, peningkatan keterampilan dan bakat, outbound training, leadership, problem solving, team work building, komunikasi interaktif dan social media, serta peningkatan kepercayaan diri  untuk berbicara di depan publik. Untuk pelaksanaan kegiatan ini, mereka juga melibatkan banyak pihak. Sebut saja Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kapuas Hulu; FOKKAB, Putussibau Art Community, BB TNBKDS, WWF Indonesia, Rangkong Indonesia, Indonesia Mengajar, dan KFKH, melalui pendanaan dari program TFCA Kalimantan. 

Pada hari pelaksanaan, peserta mendapatkan meteri substansial seperti pengenalan keanekaragaman hayati di Kabupaten Kapuas Hulu, ekologi dan konservasi orangutan Kalimantan dan habitatnya, konservasi rangkong indonesia, aplikasi peduli lingkungan hidup praktis, dan pemaparan inspiratif dari tokoh-tokoh yang sukses di Kapuas Hulu.

Melengkapi hal tersebut, pelaksanaan kegiatan difokuskan kepada pembanguan karakter dan personality peserta, yang nantinya akan mengemban tugas sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan akan lebih peduli dengan lingkungan hidup dalam aksi-aksi nyata di sekolah, serta lingkungan mereka masing-masing setelah kembali dari kegiatan ini.

Kegiatan yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional, 22 April lalu ini, akan diakhiri degan penanaman pohon pada 24 April. Uniknya, saat itu juga bertepatan dengan Hari Menanam Pohon. "Dampak dari kegiatan ini diharapkan akan menularkan semangat untuk peduli konservasi alam dan lingkungan hidup, demi masa depan Kapuas Hulu sebagai paru-paru dunia dan masa depan manusia secara global," harapnya.

Pada pembukaan kegiatan di Aula Deo Soli Putussibau, sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Muhammad Sukri, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Diungkapkan dia, kegiatan tersebut tidak hanya karena dihadiri oleh peserta dari ujung lintas selatan atau Kecamatan Silat sampai dengan ujung lintas utara yakni Kecamatan Badau. Acara ini dianggap dia sangat menarik dan potensial untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konservasi alam dan kemampuan leadership, karena kegiatan ini memadukan pendekatan multi-disiplin, sehingga hasilnya akan mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Youth camp leadership sendiri merupakan kampanye konservasi keanekaragaman hayati dan pedidikan lingkungan hidup. Konsep yang diemban dari kegiatan mereka adalah penyadartahuan tentang konservasi keanekaragaman hayati, terutama orangutan dan enggang beserta habitatnya. Para peserta disuguhkan dengan konsep penyampaian materi di luar ruangan, sekaligus menyertakan aspek pendidikan lingkungan hidup, pendidikan karakter, dan membangun kerja sama tim. Konsep ini merupakan variasi dari  kegiatan kampanye yang sering dilakukan di dalam ruangan yang sering kali menjenuhkan. 

Melalui konsep ini, pelaksanaan kegiatan diwarnai dengan inovasi penyampaian pesan, dengan cara yang unik dan kreatif. Para peserta tidak hanya belajar tentang teori, namun juga diajarkan praktik dan sarana mengasah keterampilan berinteraksi satu sama lain. 

Kegiatan ini memiliki muatan pendidikan untuk peningkatan pengetahuan siswa, terutama tentang ekologi, perilaku dan perlindungan orangutan dan enggang beserta habitatnya, membutuhkan dan mengasah keterampilan peserta menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan, serta membangun karakter peserta dengan semangat peduli lingkungan hidup dan kerja sama. Harapan dari kegiatan ini, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (arf)