Tujuh Merek Oli Dipalsukan

Tujuh Merek Oli Dipalsukan

  Selasa, 22 November 2016 09:30
PALSU: Anggota Polres Ketapang menghitung oli palsu di gudang penyimpanan di Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Sukaharja, Ketapang kemarin (21/11).

Berita Terkait

Ratusan Ribu Botol Sudah Beredar

KETAPANG - Belasan ribu botol oli disita Satuan Reserse Kriminal Polres Ketapang pada Senin (14/11). Oli yang dikemas dengan menggunakan merek-merek ternama itu diduga palsu. Tidak hanya belasan ribu, diperkirakan sudah ada ratusan ribu botol oli yang diduga palsu yang sudah beredar di Ketapang.

Belasan ribu oli yang dikemas dalam ratusan kardus itu disita dari dua gudang penyimpanan di Jalan Karya Tani dan Jalan Brigjend Katamso. Sebagian oli sudah dipindahkan ke Mapolres Ketapang. Sebagian lagi masih tersimpan di gudang dan diberikan garis polisi.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kepala Unit IV Satreskrim, Ipda Ogan Arif Teguh, mengatakan, pengungkapan peredaran oli yang diduga palsu itu berdasarkan informasi dari masyarakat. "Kita mendapat informasi ada oli lebih murah dari harga pasaran. Kita coba telusuri informasi tersebut," kata Ogan, kemarin (21/11).

Selama dua hari melakukan penyelidikan, pada Senin (14/11), Satreskrim Polres Ketapang menemukan titik terang. Dua gudang penyimpanan oli murah tersebut ditemukan. Satu gudang terletak di Jalan Karya Tani dan satu gudang lagi berada di Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Sukaharja.

Dari dua gudang tersebut, polisi menemukan ratusan kardus oli yang sudah siap dijual. Tidak hanya satu merek, ada 7 merek oli untuk sepeda motor dan dua oli gear. Yamalube Silver Oil, Enduro Pertamina Racing, Vicolube Power 4T, Federal Oil Matic, Yamalube Matic, AHM MPX 1, Oli Suzuki SGOT, Yamalube Gear Oil dan Vicolobe Gear Oil.

Ogan menjelaskan, 8 jenis oli tersebut sudah dikonfirmasi ke agen resmi dan dinyatakan kalau oli tersebut bukan produk yang dikeluarkan oleh produsen resmi. "Sudah kita konfirmasi, dan mereka tidak mengakui kalau itu produk mereka. Hanya tinggal satu jenis oli saja yang belum dikonfirmasi yaitu, oli dari Pertamina," ungkapnya.

Hanya saja, meskipun sudah mendapatkan konfirmasi dari produsen resmi dan dinyatakan palsu, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan oli itu asli atau palsu.

"Tapi berdasarkan ciri-ciri dan penjelasan dari pihak distributor, oli itu palsu," lanjut Ogan.

Ia menambahkan, ada beberapa perbedaan antara oli yang asli dan yang palsu. Di antaranya mulai dari stiker, botol, tutup botol, cetakan nomor seri dan isi. Bahkan, salah satu merek oli isinya dicampur dengan oli Vicolobe. "Caranya oli Vicolobe ini disuntikkan ke dalam botol. Setelah itu bekas lubang suntikan disentrika untuk menghilangkan bekas lubang," ujarnya.

Selain menyita belasan ribu botol, pihaknya juga menyita tutup botol, stiker, setrika dan suntikan. "Hari ini (kemarin; red) kita akan kirim sampel untuk uji lab di Jakarta. Jika hasil uji lab positif palsu, maka pemilik oli ini akan kita tetapkan sebagai tersangka," papar Ogan.

Pihaknya juga telah meminta keterangan pemilik oli tersebut. Dari pengakuan pemilik oli, DS (38), oli tersebut didatangkan dari Semarang. Warga Jalan Beringin RT 014/005, Kelurahan Tengah Kecamatan Delta Pawan ini mengaku sudah sekitar 1 tahun menjual oli tersebut. Tidak hanya di dalam kota, namun juga dijual ke daerah pedalaman.

"Stok belasan ribu ini diperkirakan habis dalam kurun waktu satu bulan. Jadi, dalam kurun waktu satu tahun, ada ratusan ribu botol yang yang sudah beredar," kata Ogan.

Kepada polisi, DS mengaku tidak mengetahui apakah oli tersebut asli atau palsu. Setiap satu dus oli ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.000. "Memang oli tersebut dijual lebih murah. Jika harga normalnya Rp130 ribu per kardus, oli ini dijual Rp120 ribu saja," lanjutnya.

Saat diperiksa, DS juga mengaku tidak memiliki izin dari distributor resmi. Ia memasarkan oli-oli tersebut dengan cara menawarkan oli-oli ke setiap toko atau bengkel. Untuk menarik minat, DS menggunakan cara meninggalkan oli terlebih dahulu. Setelah laku baru dibayar. "Untuk di dalam kota, sudah ada dua bengkel yang diketahui menjual oli tersebut," tambahnya.

Pihaknya juga akan terus mendalami kasus ini. Termasuk pemasuk pemasok di Semarang. "Untuk di Ketapang, ini baru pengedar saja. Pengolahnya dimungkinkan di Semarang. Kita akan terus dalami siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya," pungkas Ogan. (afi)

Berita Terkait