Tujuh Jembatan Ambruk Dalam Semalam, Ribuan Warga Terisolasi

Tujuh Jembatan Ambruk Dalam Semalam, Ribuan Warga Terisolasi

  Selasa, 17 April 2018 11:00
AMBRUK: Warga bergotong-royong memperbaiki jembatan yang roboh di Dusun Wonorejo, Desa Sungai Bulan, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (15/4).

Berita Terkait

SUNGAI RAYA - Sebanyak lima jembatan di Dusun Wonosari dan dua jembatan Dusun Wonorejo Desa Sungai Bulan Kecamatan Sungai Raya ambruk, Minggu (15/4) malam sekitar pukul 22.00. Warga sekitar menduga ambruknya jembatan tersebut akibat dihantam hujan lebat dan arus sungai yang deras. Peristiwa ini membuat mobilitas ribuan warga terganggu. 

Siswanto, warga Dusun Wonorejo, mengatakan sekitar pukul 14.30 pada Minggu (15/4), hujan memang melanda desa ini. Hujan menjadi semakin lebat sekitar pukul 19.00 WIB. “Karena hujan bertambah deras, membuat Pak Kades mengimbau masyarakat untuk mulai waspada dan sementara waktu tidak melintasi jembatan,” katanya kepada wartawan, Senin (16/4). 

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 22.00, bagian sisi kanan jembatan mulai roboh.  Pada akhirnya, bagian sisi kiri jembatan pun turut ambruk sekitar pukul 01.00. Robohnya ketujuh jembatan dalam satu malam ini sontak membuat aktivitas masyarakat setempat terganggu. Ribuan warga terisolasi.

Pasalnya jembatan tersebut merupakan akses utama untuk bepergian ke desa lain. “Jembatan ini satu-satunya akses warga di Wonosari dan Wonorejo untuk menuju Dusun Teluk Binjai, Dusun Wonomulyo dan Desa Sungai Asam,” ujarnya.  

Warga Dusun Wonorejo lainnya, Syamsul Huda, mengatakan robohnya jembatan-jembatan ini tidak hanya karena hujan lebat dan derasnya arus sungai.  Banyaknya rumput kumpai yang hanyut dan menghantam jembatan juga ikut berperan.  “Mungkin karena sudah lama tidak ada normalisasi jadi lumayan banyak rumput kumpainya,” jelas dia.

Meski tidak ada korban jiwa, derasnya arus sungai sempat membuat empat motor kelotok milik warga terbawa arus dan kemudian tertimpa reruntuhan jembatan yang ambruk.  Empat motor kelotok tersebut sehari-hari digunakan untuk mengangkut hasil bumi seperti jagung, padi, sayur-sayuran dan sejenisnya. “Ya, tentunya warga atau pemilik motor kelotok juga sedang susah, karena saat ini motor kelotoknya sudah tidak bisa digunakan lagi untuk mengangkut hasil bumi milik masyarakat di desa ini,” paparnya.  

Kepala Dusun Wonorejo, Santoso mengatakan lima jembatan di Dusun Wonosari hanya terbuat dari kayu belian dan kayu lokal lainnya. Sedangkan satu jembatan di Dusun Wonosari sekitar dua tahun lalu sudah direnovasi dengan cor rabat beton. Satu jembatan lainnya merupakan hasil swadaya masyarakat setempat. Usia ketujuh jembatan tersebut bervariasi. 

“Ada yang dibangun sekitar tahun 1983 dan ada juga yang dibangun sekitar tahun 1990. Panjang jembatan sendiri sekitar 30 meter dengan lebar sekitar 3 meter,” ujarnya. 

Pantauan Pontianak Post di lapangan, ambruknya jembatan membuat mobilitas warga terganggu. Sebagai solusi sementara, warga menggunakan sampan untuk menyeberang, termasuk anak sekolah. 

“Hampir setengah hari ini kami gunakan sampan kecil itu untuk menyeberangkan warga dan anak sekolah. Mungkin besok kami ganti dengan menggunakan motor kelotok bekas milik warga di sini,” katanya. 

Santoso pun mengaku telah sepakat dengan warga setempat untuk secara bergantian membantu menyeberangkan masyarakat. “Kalau tidak ada halangan, Insya Allah besok sementara waktu kami akan buat jembatan darurat, karena memang sangat diperlukan masyarakat,” ungkapnya. 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya cepat tanggap dan segera memperbaiki jembatan di desa ini. Sebab, fungsi jembatan tersebut sangat vital bagi warga. 

Selain di Desa Sungai Bulan, terdapat satu jembatan lainnya di Desa Sungai Asam yang turut ambruk. Jembatan yang panjangnya sekitar 12 meter dan lebar sekitar 3 meter ini juga diperkirakan ambruk akibat hujan lebat dan derasnya arus sungai. 

“Kalau untuk Desa Sungai Asam sudah kami kunjungi, namun untuk  tujuh jembatan yang ambruk di Desa Sungai Bulan mungkin besok (Selasa (17/4) akan kami datangi, karena jaraknya memang cukup jauh,” katanya Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya, Encep Mulyadi.

Sebelum turun ke lapangan bersama timnya, Encep mengaku mendapat laporan dari masyarakat. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan meninjau langsung ke lokasi di Sungai Asam. Peninjauan  dimaksudkan untuk memastikan kondisi di lapangan yang akan dijadikan acuan untuk penanganan selanjutnya. “Hari ini kami ke Sungai Asam dulu, dan sudah kami cek. Akan segera dibangun dulu jembatan darurat supaya tidak menggangu aktivitas masyarakat,” ujarnya. 

Untuk jembatan di Desa Sungai Bulan sendiri, kata Encep, usai meninjau lokasi pihaknya juga akan langsung mengambil tindakan penanganan. “Intinya jangan sampai menghambat aktivitas warga. Jembatan sementara akan segera kita bangun, sambil menyusun rencana pembangunan jembatan baru, baik di Sungai Asam maupun di Sungai Bulan,” jelasnya. 

Saat ditanya berapa jumlah jembatan yang sudah tak layak di Kubu Raya, Encep tidak menyebutkan angka pasti. Namun, ia mengakui bahwa cukup banyak jembatan di Kubu Raya yang memang harus segera dibenahi.  

“Untuk jumlahnya saya kurang hafal, namun mungkin lebih dari 10 jembatan yang akan diperbaiki pada tahun 2018 ini. Misanya saja jembatan yang terletak di Jalan Kakap-Punggur dan  Sungai Raya Dalam-Pungggur,” jelasnya. 

Terpisah, usai mendengar info tentang ambruknya jembatan di dua desa, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, langsung menginstruksikan instansi terkait agar segera bertindak. Penanganan cepat dirasa perlu agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. 

“Ini kan bencana, karena curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air tinggi.  Akhirnya menghanyutkan beberapa jembatan kita. Kita akan segera bangun jembatan darurat,” ucapnya. 

Rusman juga meminta agar masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dapat berhati-hati mengingat tingginya curah hujan belakangan ini. Kewaspadaan dinilai penting agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat, baik materi maupun nonmateri.(ash) 

Berita Terkait