Tuding KPU Tak Netral , Lisma: Kami Bekerja Sesuai Aturan

Tuding KPU Tak Netral , Lisma: Kami Bekerja Sesuai Aturan

  Selasa, 15 December 2015 07:13
BUKTI: Tim Advokasi pasangan nomor urut dua calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan - Andi Aswad menunjukkan bukti dugaan pelanggaran dan kecurangan yang diduga dilakukan oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU - Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon Nomor Urut Dua (2), Fransiskus Diaan dan Andi Aswad memprotes keras publikasi perolehan suara sementara yang diumumkan KPU melalui website resmi https://pilkada2015.kpu.go.id/. Publikasi rekapitulasi sementara berdasarkan data C-1 itu dinilai telah merugikan paslon Sis-Andi dan membangun opini provokatif.

Tudingan tersebut diungkapkan Andi Aswad, calon wakil bupati dari paslon nomor urut dua didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalbar M Kebing L, Ketua DPC Partai Demokrat Maura Marcalena Hiroh, Ketua Tim Paslon Nomor dua Yanto dan Sekretaris DPC PDI-P Theresia Game, saat jumpa pers Minggu (13/12) malam.

Andi menilai, publikasi rekapitulasi sementara C-1 pada website KPU telah merugikan pihaknya karena data yang disajikan tidak valid dan tak sesuai mekanisme yang seharusnya. “KPU terlalu cepat mempublikasi data- data C-1 yang belum diplenokan tingkat PPK. Tindakan KPU yang mempublikasi perolehan suara sementara (C-1) ini memprovokasi masyarakat dan pendukung Sis-Andi,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Andi juga mengaku timnya telah menemukan adanya formulir C-1 tidak berhologram yang beredar di beberapa TPS.“Formulir C-1 tidak berhologram, hanya fotokopi," terangnya saat jumpa pers, di Posko Tim Menyadik, Jalan Gajah Mada Putussibau."Kita berharap proses Pilkada di Kapuas Hulu damai, aman dan kondusif. Kami minta KPU segera mengkalrifikasi data C-1 itu, jangan sampai menggiring opini yang salah. Ini sangat merugikan pasangan calon nomor dua, Sis-Andi," terangnya.

Berdasarkan data yang mereka terima, pasangan ini mengklaim menang dan unggul dari tim nomor urut satu. “Saya tegaskan kami menang, hanya menang tipis," katanya.Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Kalbar M Kebing L menambahkan, pihaknya meragukan data C1 yang terkumpul di PPK kemudian dibulikasikan oleh KPU.  “Sangat disayangkan KPU membuka C-1 itu sebelum diplenokan di PPK, lalu di publikasikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kapuas Hulu, Lisma Roliza menyatakan, terkait data-data C1 yang telah diupload scan C1 di situs resmi KPU merupakan program nasional. Itu tidak hanya di Kapuas Hulu, tapi di seluruh Indonesia yang melaksanakan pilkada."Ini sebagai bentuk transparansi penyelenggara pemilu. Sehingga apa yang diplenokan nanti sama dengan hasil yang kami umumkan,” ungkap Lisma.

Jadi, terang Lisma lagi, KPU selama ini, telah bekerja sesuai aturan, tabulasi nasional itu juga telah diatur.Senada dengan Ketua KPU Kapuas Hulu, Komisioner KPU Awang Ramlan Iskandar mengatakan sistem informasi perhitungan (Situng) tersebut merupakan program kebijakan yang dibuat oleh pusat dan berlaku secara nasional. Artinya KPU tidak mengada-ngada atau bekerja di luar prosedur.

"Semua daerah se-Indonesia yang melaksanakan pilkada juga menggunakan Situng. Bukan hanya kita di Kapuas Hulu,"katanya.Ditegaskannya, data yang diupload di portal tersebut merupakan scand dari C1 dan entry yang sudah dilakukan penghitungan suara di TPS. Setiap data yang diupload disertai bukti fisik formulir C-1.“Kalau di PPK itu sifatnya hanya merekap perhitungan di TPS. Kami tidak mengupload data via telpon dan itulah data sesungguhnya yang ada di TPS. Tidak ada yang kami ubah," terangnya.

Dengan adanya publikasi melalui website resmi, diharapkan ada transparansi dan tidak terjadi simpang siur dalam publikasi perolehan suara sementara paslon.Laporkan PelanggaranSementara itu, tim advokasi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu nomor urut dua, Fransiskus Diaan - Andi Aswad menemukan sejumlah dugaan pelanggaran pada proses pemilihan kepala daerah pada 9 Desember lalu. Selain telah melaporkan dugaan pelanggaran ke panitia pengawas pemilu (panwaslu), temuan itu pun akan dilaporkan ke penegak hukum.

Ketua Tim Advokasi tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua, Fransiskus Diaan - Andi Aswad, Andel, menjelaskan, ada beberapa temuan dugaan pelanggaran yang terjadi saat pelaksanaan Pilkada Kapuas Hulu, yakni seorang pemilih mewakili pemilih lainnya dalam proses pemilihan, serta penggelembungan suara di tingkat tempat pemungutan suara (TPS) dan kecamatan.

“Bahkan tim menemukan ada pelanggaran berupa politik uang,” kata, Andel, di kantornya, Senin, (14/12).Pelanggaran lainnya, lanjut Andel, terjadi di Kecamatan Jongkong, di mana dugaan kuatnya adalah telah terjadi penggelebungan suara untuk pasangan nomor urut satu. Di mana petugas PPK kedapatan membuka kotak suara sebelum pelaksanaan pleno.

“Bukti-bukti pelanggaran ini sangat kuat, foto dan rekaman video pelanggaran sudah kami kantongi. Dan pelanggaran ini diduga terjadi di hampir seluruh kecamatan,” ucapnya.Meski demikian, Andel mengimbau kepada seluruh pendukung untuk tidak terpancing isu yang beredar dan tetap menjaga suasana yang kondusif dan aman. “Kalau proses laporan pelanggaran di Panwaslu sudah menemukan hasil, maka tidak menutup kemungkinan kasus ini akan kami adukan ke penegak hukum,” pungkasnya. (aan/adg)

Berita Terkait