Truk Roro Dilarang Masuk Kota

Truk Roro Dilarang Masuk Kota

  Minggu, 22 May 2016 11:08

PONTIANAK –Pemerintah Kota Pontianak akan melarang mobil truk roro memasuki wilayah kota Pontianak. Regulasi ini sedang proses dan diperkirakan segera selesai pekan depan. “ Regulasi akan selesai pekan depan dan langsung kita berlakukan,” kata 

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Pontianak Utin Sri Lena Candramidi.

Larangan mobil truk roro ini beroperasi di kota Pontianak diungkapkan Utin bertujuan untuk menjaga kondisi setiap punggal jalan di kota Pontianak agar tidak cepat rusak karena tak mampu menahan beban muatan truk roro yang bisa mencapai 40 ton.

Selain itu, dengan tidak beroperasinga truk roro di dalam kota Pontianak akan menekan tingkat kemacetan lalulintas yang kerap terjadi di beberapa titik dan mengurangi penyebab salah satunya kecelakaan bagi pengendara lain.

“Jalan di kota Pontianak sekarang sedang banyak dalam proses perbaikan. Kita jaga bersama, kita prioritaskan jalan ini untuk kenyamanan dan keselamatan masyarakat kota Pontianak maupun pendatang,” ungkap Utin.

Dengan diberlakukannya peraturan ini, mobil truk bermuatan hanya diperbolehkan berada di terminal Batu Layang yang saat ini sedang dalam persiapan. “Terminal Batu Layang sedang kita siapkan, terminal ini nanti sebagai dermaga mobil bermuatan itu berlabuh dan membongkar muatan mereka,” tutur Utin.

Peraturan ini tidak akan membuat pengusaha di kota Pontianak yang menggunakan jasa angkut mobil truk roro ini merugi. “memang tidak seefisien menggunakan mobil truk, tapi mereka dapat menggunakan mobil box untuk membawa barang mereka dari terminal Batu Layang,” ucap Utin saat ditemui Pontiank Post, Sabtu (21/5)

Utin menilai seharusnya pedagang tak hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Tapi juga harus memikirkan keselamatamn dan keselamatan masyarakat pengguna jalan lainnya.

Selain mobil truk roro, dalam regulasi ini mobil pengangkut peti kemas atau yang kerap dikenal masyarakat dengan sebutan mobil Kontainer juga dilarang berlalu-lalang di jalanan kota Pontianak pada siang hari.

Mobil container hanya diperbolehkan beroperasi pada malam hari. Tujuannya sama, menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi kemacetan. “ Mobil kontainer hanya boleh beroperasi pukul 22:00 sampai 04:00. Biar tidak mengganggu lalu lintas dan mengurangi kecelakaan yang disebabkan mobil ini,” jelas Kepala Dishubkominfo kota Pontianak.

Keberadaan mobil kontainer yang banyak datang dari luar pulau Jawa ini tidak memberikan kontribusi pada daerah berupa pembayaran pajak daerah. “mereka banyak yang tidak bayar pajak daerah. Tapi jalan kota Pontianak rusak salah satu penybabnya ya mereka inilah,” tungkas Utin.

Utin mengatakan pihak Dishubkominfo Kota Pontinak sudah menggandeng Satuaan Lalulintas (Satlantas) kota Pontianak untuk menertibkan kedua mobil bermuatan besar ini. “ kita sudah menertibkan mereka dengan kerjasama dengan Satlantas Polresta kota Pontianak,” bebernya.

Sanksi yang harus mereka terima jika melanggar peraturan ini nanti berupa Tindakan Langsung ( Tilang) atau lebih parah, yaitu dengan mengkandangkan kendaraan mereka agar tidak berkeliaran.

Utin berharap kedepannya dengan diberlakukannya peraturan yang melarang mobil truk roro dan kontainer ini beroperasi di jalanan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh masyarakat kota Pontianak.

“Jalan di kota Pontianak sudah bagus dan beberapa sedang perbaikan. Mari kita jaga bersama, jangan biarkan segelintir orang dengan kepentingan pribadinya merusak jalan sehingga masyarakat menjadi korbannya lagi,” tutup Utin. (pah)