Transaksi Non-Tunai Meningkat,Uang Elektronik Solusi Belanja Nominal Kecil

Transaksi Non-Tunai Meningkat,Uang Elektronik Solusi Belanja Nominal Kecil

  Senin, 22 February 2016 08:15
Aristono, Pontianak

Berita Terkait

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus menggalakkan program Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) untuk menggenjot pertumbuhan uang elektronik. Selain untuk keamanan dan efisiensi, transaksi nontunai juga membuat setiap traksaksi tercatat.Aristono, Pontianak

PERKEMBANGAN digital dan internet sudah merambah hingga kemana-mana seiring meningkatnya infrastruktur telekomunikasi. Bahkan hingga ke perbatasan dan pedalaman di Kalimantan Barat. Tak heran Bank Indonesia  sebagai regulator sistem pembayaran terus mendorong gerakan nontunai khususnya pada uang elektronik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto mengatakan, transaksi nontunai, negara dapat mengurangi penggunaan uang kartal sehingga lebih efisien dan menghemat anggaran untuk percetakan dan penyimpanan uang. BI juga meyakini, apabila memakai transaksi nontunai, pembayaran bisa dilakukan secara lebih aman, lebih praktis, dan lebih efisien.
Bahkan, tidak hanya untuk transaksi ritel, transaksi nontunai juga diharapkan dapat diaplikasikan dalam berbagai aktivitas penggunaan uang negara baik APBN maupun APBD. Dia juga menyebut, transaksi nontunai sudah terlaksana secara luas, kementrian juga sudah hampir semua yang melakukan pembayaran nontunai. Dari catatan BI, hingga akhir 2015, nilai transaksi uang elektronik di Indonesia telah mencapai Rp5,2 triliun atau meningkat dibandingkan posisi pada September lalu Rp4,3 triliun.
Dwi Suslamanto meyebut, pihaknya mengejar peningkatan penggunaan mata uang elektronik. Tidak hanya di perkotaan, tetapi juga hingga ke daerah-daerah. Meningkatnya penggunaan uang elektronik juga berdampak pada kuatnya rupiah. Dia mengatakan penggunaan rupiah tidak hanya berdampak pada kekuatan ekonomi semata, melainkan juga pada kedaulatan bangsa.
Di Kalbar sendiri, beberapa bank sudah mengeluarkan uang elektronik. Bank Central Asia misalnya punya Flazz BCA. Produk e-money ini sudah hadir di 21 kota se-Indonesia. Bank Kalbar juga memanfaatkan produk uang elektronik Flazz BCA, dengan bekerjasama dengan Bank Indonesia.
Berbeda dengan transaksi nontunai lain yang umum, Kartu Flazz BCA ini diprioritaskan bagi masyarakat untuk berbelanja barang-barang keperluan sehari-hari dengan jumlah kecil. Dengan pengisian saldo yang mudah, kartu ini bisa menjadi solusi yang terbaik sekaligus cepat dalam berbelanja. Untuk pengisian saldo minimal sebesar Rp20 ribu, sedangkan saldo maksimal hanya Rp1 juta. Cara isi ulang (top up) kartu flash BCA, tinggal mengisinya melalui ATM Non Tunai maupun melalui merchant.
Sebenarnya transaksi nontunai semakin jamak dilakukan masyarakat dewasa ini. Paling sering tentu saja melalui kartu debit, kartu kredit, melalui transfer e banking atau sms banking. Hampir semua bank punya produk tersebut. Salah satu bank yang gencar meningkatkan transaksi tanpa uang fisik adalah Bank Mandiri Pontianak. Bank pelat merah ini punya program Shop n’ Win yang diikuti oleh lebih dari ratusan tenant di Pontianak.
Melalui program ini, masyarakat diedukasi untuk terbiasa berbelanja tidak menggunakan transaksi uang tunai namun dapat memanfaatkan transaksi nontunai melalui kartu debit maupun kartu kredit. “Bank Mandiri siap menjawab tantangan program less cash society ini dengan pelaksanaan program layanan branchless banking, dimana dengan adanya layanan ini masyarakat akan lebih mudah bertansaksi perbankan melalui agent kios branchless banking kami yang akan menyebarkan di seluruh pelosok desa, bahkan hingga di lingkungan perumahan warga,” kata Nanang Wisnugroho,  Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kalimantan Barat.
Tidak hanya perbankan saja, perusahaan telekomunikasi terbesar, Telkomsel juga mengeluarkan produk yang elektronik yang diberi nama T-Cash. Inovasi pembayaran berbasis NFC (Near Field Communication) ini memberikan kemudahan pelanggan dalam bertransaksi.
Layanan ini merupakan dompet digital yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi menggunakan ponsel berupa pembelian barang melalui toko, situs internet, pembayaran tagihan, serta pembelian dan pengiriman pulsa yang kapan dan di mana saja hanya dengan ponsel.  Manager Branch Pontianak Adhika W Pradhana menjelaskan pelanggan mendapatkan tiker NFC yang tersedia di Event ini atau pun di GraPARI Telkomsel jika menggunakan layanan ini “Layanan ini sangat nyaman dan aman, karena menggunakan PIN,” pungkasnya. (**)

 

Berita Terkait