Tradisi Tumpek Kandang, Pesona Bali April 2016

Tradisi Tumpek Kandang, Pesona Bali April 2016

  Kamis, 31 March 2016 09:40
fajar.co.id

Berita Terkait

DENPASAR -- Bali akan menggelar Tumpek Kandang, Upacara untuk menghormati bintang peliharaan, yang melibatkan seluruh umat Hindu di Pulau

Dewata pada 30 April 2016. "Upacara akan berlangsung di seluruh desa di Pulau Bali," kata AA Gede Agung Yuniarha, kepala Dinas Pariwisata Propinsi Bali. "Lebih tepatnya, upacara akan diadakan pada Sabtu Kliwon Wuku Uye, yang menurut perhitungan kalender Bali-Jawa hanya terjadi enam bulan sekali."

Dalam Lontar Sundarigama disebutkan Tumpek Kandang adalah upacara selamatan untuk binatang; yang disembelih atau bukan. Hakikat upacara ini adalah memuja Syiwa, yang disebut Rere Angon -- penggembala mahluk.

Kemenpar RI yakin upacara ini akan menjadi atraksi bagi wisatawan mancanegara. Mereka bisa menyaksikan langsung upacara itu di desa-desa, atau di Bali Zoo.

Khusus di Kebon Binatang Singapadu, Kabupaten Gianyar, panitia upacara akan mengeluarkan ratusan binatang untuk mengikuti upacara.

"Ini tradisi yang telah berusia ratusan tahun. Kami akan melakukannya lagi di Bali Zoo," kata Emma Kristiana Chandra, public realation executive Bali Zoo.

Pemuka agama setempat akan menghaturkan sesajen, sebagai simbol penghormatan kepada Sang Hyang Rare Angon, yang disertai doa-doa memohon keselamatan kepada seluruh satwa.

Dr I Ketut Sumadi, dari Program Pascasarjana Institut Hindu Dharma Denpasar, mengatakan ritual Tumpek Kandang akan diwarnai bebantenan -- rangkaian janur kombinasi bunga, kue, dan buah-buahan -- untuk binatang piaraan. Harapannya adalah agar bintang peliharaan meningkatkan pendapatan keluarga.

Menpar Arief Yahya mengatakan Tumpek Kandang adalah bagian dari tradisi yang membuat Bali memiliki kekuatan sebagai destinasi nomor satu di Indonesia. Tradisi ini unik, dan itulah yang dicari wisatawan mancanegara.**

Berita Terkait