Tottenham vs Chelsea; Penahbisan Rajanya Ibukota

Tottenham vs Chelsea; Penahbisan Rajanya Ibukota

  Minggu, 29 November 2015 08:56

LONDON – Bukan hanya Chelsea dan Arsenal yang menjadi penguasa London. Jangan lupakan Tottenham Hotspur. Pasalnya, pada separuh musim pertama Premier League 2015-2016 justru Spurs-lah yang paling dominan di antara klub-klub ibukota lainnya. Bentrok dengan Chelsea malam jadi penahbisannya.

Dengan memenangi duel kontra Chelsea di White Hart Lane, dini hari nanti maka menyempurnakan rekor The Lilywhites menghadapi sesama tim kota London. Sebelum ini, Spurs sudah tiga kali melakoni derby London. Hasilnya, tiga kali main, Spurs mampu memenangi dua laga dan sekali imbang.

Mampukah Spurs menuntaskan satu hambatan terakhir ini? ’’Chelsea mempunyai materi pemain berpengalaman, mampu memenangi trofi, dan mengetahui bagaimana cara untuk menang. Akan tetapi, dengan pengalaman musim ini kami tidak takut dengannya,’’ ujar gelandang Spurs, Eric Dier, sebagaimana dikutip dari Goal.

Dalam separuh musim pertama Premier League yang sudah menuntaskan pekan ke-13, Spurs memang sedang menggila. Sejak ditumbangkan Manchester United 0-1 pada pekan pertama Premier League 8 Agustus lalu, tidak sekalipun Spurs menelan kekalahan dari 12 pertandingan berikutnya.

Nah, rekor klub akan dipecahkan jika memenangi laga ke-13 nanti. Selama histori Premier League, Spurs mentok streak 12 laga unbeaten. Peluang itu terbuka lebar apabila melihat rekor The Blues di White Hart Lane sepanjang satu dekade terakhir. Sembilan laga, hanya sekali mengalahkan tuan rumah.

Overall, Spurs empat kali menang, empat kali ditahan imbang dan sekali tumbang lawan Chelsea. Akan tetapi, absennya gelandang bertahan Dele Alli menjadi seperti satu puzzle yang hilang. Pemain muda Inggris itu absen karena menerima kartu merah dalam laga kontra West Ham lalu.

Selama ini Alli selalu jadi poros ganda Spurs bersama Dier. Di laga nanti, Mousa Dembele yang diminta memerankan posisi Alli itu. Baik Dier atau Dembele sama-sama berkarakter bertahan. Hanya, Dembele mampu dimanfaatkan untuk membantu lini kedua dalam membombardir pertahanan Chelsea.

Whoscored mencatat, Dembele punya kemampuan bertahan dan menyerang sama bagusnya. Dembele tercatat sebagai pemain top tackle dengan rasio empat kali per game, di sisi serangan dia sudah memberi dua gol dan sembilan shots bagi Spurs di Premier League.

Pelatih Spurs, Mauricio Pochettino menilai perubahan dari Alli ke Dembele tidak masalah. Dalam wawancaranya dengan Talksport, Pochettino siapapun pemain yang akan diturunkan tidak akan berpengaruh dengan strategi timnya. ’’Karena saya rasa kemampuan skuad kami merata,’’ ucapnya.

Selain kemampuan penggawa Spurs dalam melakukan direct free kick, agresivitas tim asal London Utara itu cukup berbahaya. Berdasarkan statistik Sky Sports, tendangan ke gawang Spurs termasuk lima besar terbaik di Eropa. Dengan 88 kali shots on target, Spurs bersanding dengan klub treble winner musim lalu Barcelona.

Dari jumlah itu, bombernya Harry Kane menjadi top shooter dengan rasio empat goal per game. Pochettino yakin Hurricane – julukan Kane – melanjutkan tren golnya di empat laga Premier League terakhir. Dalam empat laga Premier League terakhirnya, dia sudah mendulang tujuh gol. Artinya, per pertandingan dia mampu mencetak 1,75 gol.

Di balik kemenangan Spurs 5-3 atas Chelsea musim lalu, Kane juga mencetak dua gol. ’’Bukan hanya dalam mencetak gol, dia juga banyak memberi kontribusi bagi tim. Di pertandingan besok akan sangat menggembirakan jika dia mencetak gol lagi,’’ harapnya. Di papan top skor, Kane terpaut lima gol dengan Jamie Vardy yang mencetak 13 gol.

Untuk meredam aksi Kane itu, pertahanan Chelsea sudah pasti tidak menyertakan nama John Terry. Bek tengah senior sekaligus kapten tim itu absen karena mengalami cedera engkel. Sebagai gantinya, Kurt Zouma yang akan membantu Gary Cahill di jantung pertahanan Chelsea.

Inilah tantangan bagi Chelsea. Bisakah mereka mempertahankan tren bangkitnya di Premier League? Pekan lalu (21/11) mereka sudah menghabisi Norwich City dengan hanya satu gol, lalu empat hari kemudian tim asuhan Jose Mourinho itu berpesta empat gol tanpa balas di kandang Maccabi Tel Aviv di Liga Champions.

Faktanya musim ini, juara bertahan Premier League itu tidak pernah mencatatkan kemenangan beruntun. Setelah menang lalu imbang, atau setelah menang lalu tumbang. Jika pekan ini kalah, maka peringkat ke-15 Premier League sampai pekan ke-13 kemarin bisa makin memburuk. ’’Tapi, tidak ada tekanan bagi kami,’’ klaim Mou, sebagaimana diberitakan Independent.

Mou sama sekali tidak khawatir dengan kombinasi Cahill-Zouma di bek tengah. Meskipun, sepanjang Premier League musim ini kombinasi Cahill-Zouma tidak banyak digunakan Mou. Hanya tiga kali kombinasi Cahill-Zouma dipakai Mou. Dibandingkan dengan kombinasi Terry-Cahill atau Terry-Zouma, itu jauh lebih sedikit.

Kombinasi Terry-Cahill dan Terry-Zouma sama-sama lima kali digunakan Mou untuk solusi jantung pertahanannya. ’’Saya tetap percaya dengan Cahill dan Zouma di pertandingan penting nanti. Kurt sejauh ini bagus performanya, sedangkan Gary punya konfidensi tinggi,’’ tegasnya, dikutip dari The National. (ren)